Filipina kembali diterjang topan

Filipina Hak atas foto AP
Image caption Petugas membereskan pohon tumbang akibat topan Nesat.

Topan kedua menerjang Filipina kurang dari satu pekan, menyebabkan angin kencang dan hujan deras.

Topan Nalgae ini terjadi di wilayah yang masih digenangi air akibat terjangan badai sebelumnya, Nesat.

Pemerintah telah memperingatkan kemungkinan terjadinya banjir bandang dan tanah longsor.

Wartawan BBC, Kate McGeown di Manila mengatakan sebagian penduduk masih bertahan di atap rumah menunggu penyelamatan dari badai pertama.

Filipina merupakan negara yang sering terkena terjangan topan, sekitar 20 kali dalam setahun.

Terjangan Nalgae menyebabkan tanah bergeser di provinsi Isabela bagian timur, pada sabtu (1/10) dan kekuatan angin mencapai 160km per jam dan mengarah Luzon.

Badai ini melewati rute yang hampir sama dengan Topan Nesat yang menerjang negara itu pada Selasa (27/9) yang menyebabkan sekitar 50 orang tewas dan ribuan orang kehilangan tempat tinggal.

Puluhan ribu orang penduduk telah pindah ke pusat evakuasi atau ke rumah kerabat atau teman, tetapi sebagian wilayah masih banjir akibat badai sebelumnya.

Pejabat mengatakan lebih dari satu juta orang dari 40 juta penduduk Luzon terperangkap banjir.

Berita terkait