Yingluck perkirakan banjir Bangkok surut pekan depan

PM Thailand, Yingluck Shinawatra Hak atas foto Reuters
Image caption Yingluck Shinawatra mengatakan air di kawasan utara Bangkok mulai berkurang.

Perdana Menteri Thailand, Yingluck Shinawatra, mengatakan banjir di ibukota Bangkok diperkirakan akan mulai surut pekan depan.

Harapan itu, menurutnya, karena air dari kawasan pinggiran sebelah utara Bangkok, mulai menurun akibat pembukaan pintu-pintu air untuk mengalirkan air ke laut.

"Mohon keyakinan di Thailand, kita juga memiliki sistem yang amat baik di Bangkok. Namun Bangkok merupakan tujuan terakhir sebelum laut, dan ini merupakan momen puncak yang terburuk bagi Thailand."

"Mudah-mudahan pekan depan, akan kembali normal," tambahnya dalam pernyataan rutinnya, Sabtu 29 Oktober, yang disiarkan lewat radio dan TV sehubungan dengan banjir yang melanda negara itu.

Walau pintu-pintu air sudah dibuka di sekitar Bangkok dan semakin banyak wilayah kota Bangkok yang tergenang air, sebagian tempat di pusat kota Bangkok masih tetap kering.

"Termasuk area tempat KBRI Bangkok berada, dan juga tempat tinggal dari sejumlah warga Indonesia," kata Bob Tobing, Kepala Bidang Penerangan KBRI di Bangkok, kepada BBC Indonesia.

KBRI sudah siap

Media playback tidak ada di perangkat Anda

Pemerintah sejak beberapa hari lalu sudah mengumumkan kemungkinan bahwa permukaan air akan meningkat di Bangkok karena musim pasang naik di laut.

Namun hingga Sabtu siang, tidak terjadi peningkatan permukaan air yang mencolok di kota Bangkok.

"Itu sebenarnya dari mulai kemarin, hari ini, dan besok. Namun dari pengamatan langsung kelihatannya tidak ada perubahan yang signifikan dari permukaan air," tutur Bob Tobing.

Bagaimanapun semakin banyak warga Bangkok yang mulai mengungsi ke luar kota pada Sabtu akhir pekan.

"Sudah terjadi sejak beberapa hari yang lalu. Akhir pekan ini mencapai puncaknya dan kami mengalami kemacetan di beberapa titik."

"Menurut kami kemacetan yang tidak biasa kalau perjalanan ke luar kota itu, khususnya Pattaya," tambah Bob Tobing.

Pihak KBRI sudah menyiapkan sebuah tempat pengungsian berkapasitas 200 orang di provinsi Rayong, sekitar dua setengah jam jam perjalanan mobil dari Bangkok.

Pemerintah Bangkok sudah menyatakan hari libur nasional sejak Kamis 27 Oktober selama lima hari akibar banjir ini.

Banjir yang terburuk di Thailand dalam beberapa dekade belakangan sudah menewaskan sedikitnya 370 jiwa.

Berita terkait