Serangan Boko Haram tewaskan 63 orang

Boko Haram
Image caption Kelompok Boko Haram kerap melakukan serangan berdarah di Nigeria.

Sedikitnya 63 orang tewas dalam serangan bersenjata dan bom di kota Damaturu, Nigeria timur laut, demikian pernyataan Palang Merah Nigeria.

"Selain itu dua orang lagi tewas di tempat lain," kata Ibrahim Bulama, petugas Palang Merah Nigeria.

Jumlah korban tewas masih simpang siur, wartawan lokal Aminu Abubakar kepada BBC mengklaim dirinya menghitung setidaknya korban tewas mencapai hampir 100 orang.

"Saya melihat 97 jenazah di rumah mayat," kata Aminu yang berada di Damaturu.

"Namun ada seorang petugas evakuasi menyatakan kepada saya bahwa dia menghitung setidaknya ada 150 jenazah namun sebagian sudah diambil keluarga mereka," tambah Aminu.

Jumlah korban tewas kemungkinan akan terus bertambah karena sejumlah media melaporkan serangan serupa juga terjadi di kota Potiskum dekat Damaturu.

Gereja dibakar

Para saksi mata mengatakan serangan itu dimulai Jumat (4/11) pukul 18.30 malam. Mereka menambahkan beberapa bom meledak dan menghancurkan sejumlah gereja serta markas kepolisian Negara Bagian Yobe.

Seorang pastor Katolik mengatakan gerejanya bersama delapan gereja lainnya dibakar kelompok penyerang.

"Para penyerang itu adalah sekelompok anak muda mengendarai kendaraan bermotor dan melemparkan bom rakitan ke gereja-gereja," kata pastor itu kepada BBC.

Kelompok militan Islam, Boko Haram kepada sebuah surat kabar lokal menyatakan mereka berada di belakang serangan di kota Damaturu itu

Boko Haram yang secara harafiah berarti 'pendidikan barat terlarang' itu telah mendalangi sejumlah serangan dengan sasaran polisi dan pejabat pemerintah.

"Kami akan terus menyerang pejabat pemerintah federal sebelum pasukan pemerintah menghentikan kekerasan mereka terhadap anggota kami dan warga sipil," kata seorang juru bicara Boko Haram kepada harian setempat Daily Trust.

Wartawan BBC di Lagos, Jonah Fisher, melaporkan serangan itu merupakan aksi Boko Haram paling mematikan sejauh ini.

Sementara itu, Presiden Nigeria Goodluck Jonathan dilaporkan merasa sangat terganggu dengan serangan berdarah itu.

"Presiden mengatakan pemerintahannya berusaha keras menyeret pelaku kekerasan ini ke muka hukum," demikian pernyataan seorang juru bicara pemerintah Nigeria.

Serangan di Damaturu ini menyusul tiga serangan bom ke sebuah pangkalan militer di Maiduguri, Negara Bagian Borno.

Berita terkait