Dalai Lama menuduh Cina melakukan pembunuhan budaya

Dalai Lama dalam kunjungan ke Ishinomaki, Jepang, 5 November 2011. Hak atas foto AFP
Image caption Dalai Lama bertemu dengan PM Yoshihiko Noda dan beberapa anggota parlemen Jepang.

Pemimpin Tibet yang mengungsi, Dalai Lama, menuduh Cina melakukan pembunuhan budaya atas penduduk yang tinggal di kawasan Tibet.

"Sejumlah kebijakan, sejumlah pembunuhan budaya sedang berlangsung," katanya kepada para wartawan dalam kunjungannya ke Tokyo.

Dia menambahkan keputusasaan atas tekanan Cina telah mendorong rangkaian aksi bunuh diri warga Tibet di Provinsi Sichuan Cina.

"Jadi itulah yang anda lihat, situasi yang sedih ini, yang terjadi karena situasi yang frustasi," tambahnya seperti dikutp AFP.

Sedikitnya sepuluh biksu maupun mantan biksu membakar diri sebagai protes terhadap kekuasaan Cina di Tibet. Tujuh diantaranya meninggal dunia.

Aparat keamanan Cina juga dituduh tidak membantu para pengunjuk rasa yang membakar diri dan menggunakan kekerasan untuk membubarkan rekan-rekan mereka yang berada di tempat unjuk rasa.

Dituduh menghasut

Dalam kunjungannya ke Jepang, Dalai Lama bertemu dengan Perdana Menteri Yoshihiko Noda dan beberapa anggota parlemen, antara lain meminta Jepang untuk memberi tekanan kepada Cina guna membangun kebebasan dan demokrasi.

Pemimpin Tibet ini juga berkunjung ke Ishinomaki -salah satu kawasan yang dilanda gempa dan tsunami di Jepang- dan bersembahyang untuk para korban gempa dan tsunami.

Pemerintah Cina mengatakan justru Dalai Lama -yang mengungsi ke Dharamsala, India, tahun 1959- yang bersalah karena menghasut aksi unjuk rasa.

Pada bulan Maret 2008, terjadi unjuk rasa besar di ibukota Tibet, Lhasa, untuk menentang kekuasan Cina di kawasan itu yang dilaporkan menewaskan 200 warga Tibet.

Banyak warga Tibet yang marah dengan kebijakan Cina di kawasan itu yang menurut mereka mematikan budaya setempat.

Sementara itu kelompok pegiat hak asasi Free Tibet mengatakan sekitar 10.000 warga Tibet melakukan aksi unjuk rasa, Minggu 6 November, di depan biara di Provinsi Sichuan, tempat seorang biksu perempuan membakar diri pekan lalu.

Kamis 3 November, Palden Choetso yang berusia 35 tahun, menjadi biksu terakhir yang tewas karena membakar diri.

Berita terkait