Bom di Irak tewaskan 57 orang

Ledakan di Baghdad
Image caption Gumpalan asap tebal terlihat di atas kota Baghdad tak lama setelah ledakan.

Kementerian Kesehatan Irak mengatakan serangkaian ledakan bom di beberapa tempat hari Kamis (22/12) menyebabkan sedikitnya 57 orang tewas dan ratusan orang luka-luka.

Juru bicara Kementerian Kesehatan Ziad Tariq mengatakan 57 orang dipastikan tewas dan 176 orang mengalami luka-luka dalam puluhan serangan terpisah di ibukota Irak, Baghdad.

Sementara itu Kementerian Dalam Negeri mengatakan 13 lokasi diguncang bom termasuk kawasan al-Amil di bagian selatan, Halawi, dan Karrada di dekat pusat kota.

"Mereka tidak menyerang lembaga-lembaga penting atau pos-pos keamanan," kata juru bicara bidang keamanan untuk Baghdad, Mayor Jenderal Atta seperti dikutip kantor berita AFP.

"Mereka menyerang sekolah-sekolah, pekerja, lembaga pemberantasan korupsi," tambahnya.

Atta menegaskan masih terlalu dini untuk mengetahui siapa yang berada di balik serangkaian serangan bom.

Seorang saksi mata, Raghad Khalid, guru TK di Karrada mengatakan semua jendela sekolah rusak akibat ledakan.

"Anak-anak ketakutan dan menangis. Beberapa bagian bom mobil terlempar ke gedung sekolah," tutur Raghad Khalid.

Pecahan kaca

Gumpalan asap membumbung ke atas distrik Karrada dan ambulans melaju ke lokasi kejadian.

Seorang warga setempat mengatakan tubuh putrinyanya terkena pecahan kaca jendela.

"Putri saya sekarang ketakutan dan berada di ruang sebelah. Semua negara stabil. Mengapa kami tidak menikmati stabilitas dan keamanan?" kata Um Hanin.

Di al-Amil sendiri terjadi dua ledakan.

Ledakan kedua tampaknya dirancang dengan sasaran regu penolong yang mendatangi lokasi kejadian dalam ledakan pertama.

Sejauh ini tidak ada seorang pun mengaku bertanggung jawab atas serangkaian serangan.

Peristiwa terjadi hanya beberapa hari setelah penarikan terakhir pasukan tempur Amerika Serikat dari Irak.

Serangan juga terjadi di tengah krisis politik setelah pihak berwenang mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Wakil Presiden Tareq al-Hashimi, salah seorang politisi senior dari kelompok Sunni.

Berita terkait