Iran mulai proses pengayaan uranium

Fordo Hak atas foto 1
Image caption Gambar satelit yang menunjukkan pembangunan fasilitas nuklir Fordo tahun 2009.

Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengatakan Iran tengah memulai proses pengayaan uranium di pembangkit Fordo dekat kota Qom di utara negeri itu.

Keberadaan fasilitas nuklir di dekat Qom itu diketahui setelah intelijen Barat memastikannya pada September 2009.

Juru bicara IAEA Gill Tudor mengatakan badan itu bisa memastikan Iran tengah melakukan pengayaan uranium hingga 20%.

"Semua material nuklir di fasilitas itu berada di bawah pengawasan ketat IAEA," kata Tudor.

Iran bersikukuh pengayaan uranium itu dilakukan untuk memproduksi isotop untuk proses pengobatan kanker.

Namun sejumlah analis mengatakan pengayaan 20% adalah langkah penting untuk menjadikan uranium ke tingkat persenjataan.

Eskalasi baru

Amerika Serikat mengatakan diketahuinya fasilitas nuklir Fordo merupakan eskalasi baru dalam sengketa nuklir Iran.

"Level pengayaan uranium Iran ini merupakan eskalasi lebih jauh Iran yang terus melanggar kewajiban nuklir mereka dengan mengembangkan program nuklir yang berbeda," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri AS, Victoria Nuland.

Sementara itu, Inggris dan Prancis juga mengutuk proses pengayaan uranium ini.

"Langkah Iran ini membuat kita tak memiliki pilihan lain selain memperkuat sanksi internasional dan mengadopsi langkah-langkah yang sudah ditetapkan," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Prancis.

Sedangkan Menteri Luar Negeri Inggris William Hague menyebut langkah Iran ini sangat provokatif yang semakin membuktikan bahwa Iran tidak mengembangkan nuklir untuk kepentingan damai.

Teheran mengatakan proyek pengayaan uranium ini dimulai pada 2007, namun IAEA meyakini fasilitas ini sudah mulai dibangun pada 2006.

Wartawan BBC di Iran James Reynolds mengatakan fasilitas nuklir itu menarik banyak perhatian dan kecurigaan.

Tempat itu dibangun di bawah tanah, dibangun dengan sangat kuat dan dijaga ketat angkatan bersenjata. Sehingga fasilitas nuklir ini sulit diserang lewat udara.

Tak akan tunduk

Hak atas foto Reuters
Image caption Iran mengancam akan menutup Selat Hormuz yang menjadi jalur perdagangan minyak.

Sebelumnya, pemimpin spiritual Iran Ayatollah Ali Khamenei menegaskan Iran tidak akan tunduk terhadap tekanan negara-negara barat.

"Pemerintahan kami mengetahui dengan pasti apa yang dilakukan dan telah memilih jalan yang akan tetap dipertahankan," kata Khamenei dalam pidato televisinya.

Ketegangan antara Iran dan Barat terus meningkat setelah Amerika Serikat menjatuhkan sanksi atas Bank Sentral Iran dan Uni Eropa berniat melakukan embargo ekspor minyak Iran.

Para menteri luar negeri Uni Eropa dijadwalkan akan melakukan pertemuan untuk membahas embargo ini pada akhir Januari.

Menghadapi langkah Barat ini, Iran mengancam akan memblokade Selat Hormuz yang merupakan jalur kunci perdagangan minyak dunia.

Mananggapi ancaman Iran ini Menteri Pertahanan AS Leon Panetta mengatakan jika Iran menutup selat Hormuz maka AS akan melakukan apapun untuk membukanya kembali.

Ketegangan bertambah setelah Pengadilan Teheran menjatuhkan hukuman mati terhadap Amir Mirzai Hekmati, seorang laki-laki Iran berdarah Amerika karena dituding sebagai mata-mata CIA.

Berita terkait