Warga Iran melempar bom ke polisi di Thailand

Suasana setelah ledakan di Bangkok Hak atas foto AFP
Image caption Polisi Thailand menyisir lokasi kejadian pasca ledakan di Bangkok.

Kepolisian Thailand mengatakan seorang pria, yang diyakini warga Iran, kehilangan kedua kakinya akibat ledakan setelah berusaha melemparkan bom ke polisi.

Seorang juru bicara kepolisian Bansiri Prapapat mengatakan pria tersebut merupakan salah satu dari lima orang yang terluka dalam tiga ledakan di pusat perdagangan yang ramai di Bangkok hari Selasa, 14 Februari.

Bansiri Prapapat mengatakan pria yang diyakini berkewarganegaraan Iran itu sekarang dirawat di rumah sakit.

"Pada awalnya kami menemukan paspor orang itu. Paspor Iran dan dia masuk ke wilayah Thailand melalui Phuket dan tiba di Bandara Suvarnabhumi pada tanggal 8 bulan ini," katanya kepada kantor berita Reuters.

Kepolisian Thailand mengatakan kepada BBC bahwa ledakan pertama terjadi sekitar pukul 14.20 waktu setempat di sebuah rumah di kawasan Ekamai, Bangkok pusat.

Rumah kontrakan tersebut diperkirakan ditempati oleh tiga warga negara Iran selama satu bulan.

Bom di rumah

Dua pria selamat dari ledakan yang menghancurkan rumah kontrakan, kata polisi, tetapi pria ketiga yang mengalami luka-luka ringan berusaha menyetop taksi.

Hak atas foto AFP
Image caption Aparat keamanan menemukan bom-bom di rumah sewaan yang dihuni pelaku pengeboman.

Namun ketika taksi menolak berhenti, pria itu melemparkan setidaknya satu bom ke arah taksi.

Pria yang sama kemudian berusaha melemparkan bom ke arah polisi tetapi tidak mengenai sasaran dan pria tersebut kehilangan kedua kakinya ketika bom meledak.

Juru bicara kepolisian Thailand Bansiri Prapapat mengatakan aparat menemukan bom-bom di rumah kontrakan.

"Dia mempunyai bom. Kami menemukan pria tersebut menggunakan bom tiga kali. Kami berusaha menjinakkan bom-bom di rumah," jelas Prapapat.

Perdana Menteri Thailand, Yingluck Shinawatra, menyerukan kepada masyarakat agar tetap tenang.

Bulan lalu Kedutaan Besar Amerika Serikat memperingatkan kemungkinan ancaman teror di Bangkok. Beberapa waktu kemudian pihak berwenang mendakwa seorang pria Libanon setelah pria tersebut menyimpan bahan kimia untuk pembuatan bom.

Berita terkait