Obama tiba di Korsel di tengah ketegangan roket Korut

Presiden Barack Obama Hak atas foto AFP
Image caption Presiden Barack Obama meninjau zona demiliterisasi yang memisahkan kedua Korea.

Presiden Amerika Serikat Barack Obama memulai kunjungan kerjanya di Korea Selatan di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan itu terkait rencana peluncuran roket Korea Utara.

Amerika Serikat menuduh peluncuran roket itu adalah langkah awal dari rencana Korut memiliki sistem roket balistik antar benua.

Sementara pemerintah Korea Utara mengatakan peluncuran roket itu semata untuk menempatkan sebuah satelit negeri itu di orbit Bumi.

Obama dijadwalkan mengunjungi Zona Demiliterisasi yang memisahkan kedua Korea sebelum kemudian melakukan sejumlah pembicaraan dan menghadiri KTT Nuklir di Seoul.

Dalam KTT Nuklir yang mulai digelar Senin (26/3) akan dihadiri delegasi dari sedikitnya 50 negara di dunia.

Wartawan BBC di Seoul Lucy Williamson melaporkan fokus utama KTT itu adalah mediskusikan upaya pencegahan agar persenjataan nuklir tidak mudah dimiliki organisasi kejahatan atau teroris.

Obama dijadwalkan melakukan pembicaraan bilateral dengan Presiden Cina dan Rusia di Seoul.

Dan meski soal roket Korea Utara tidak tercantum dalam agenda resmi, bukan tidak mungkin masalah ini akan didiskusikan antara Obama dan kedua rekannya itu.

Ingkar janji

Awal pekan ini pemerintah Jepang mengatakan tengah mempersiapan senjata anti-rudal menjelang peluncuran roket Korut yang diperkirakan berlangsung antara 12-16 April mendatang.

Pyongyang mengatakan roket itu -yang akan menandai ulang tahun ke-100 Kim Il-sung- akan diarahkan ke selatan dan tidak melewati rute terdahulu yang melintasi Jepang.

Wakil Menhan AS Kurt Campbell mengatakan sebuah lokasi di antara Australia, Indonesia dan Filipina akan terpengaruh lintasan roket itu.

Hak atas foto 1
Image caption Bagan ini menunjukkan jarak tembak misil-misil balistik Korut.

Korea Utara belakangan kian menguasai teknologi pembuatan rudal-rudal balistik setelah sebelumnya melakukan tiga kali uji coba roket-roket jarak jauhnya.

Tetapi para ahli mengatakan tak satu pun uji coba itu bisa menghantakan roket hingga ke orbit dan puing-puing roket berjatuhan ke bumi sepanjang proses peluncurannya.

Bulan lalu Korea Utara menawarkan kesepakatan termasuk di antaranya membekukan program nuklir dan rudal jarak jauhnya untuk ditukar bantuan makanan dari AS.

Wartawan Diplomatik BBC Jonathan Marcus mengatakan tawaran Korut itu menunjukkan pemimpin baru negara itu mencoba untuk memaksimalkan jalur diplomasinya.

Namun, kini Washington menuduh Pyongyang melakukan pengingkaran janji terkait peluncuran roket yang sama sekali dimumkan.

Berita terkait