Pakistan deportasi keluarga Osama bin Laden ke Saudi

Hak atas foto BBC World Service
Image caption Keluarga Osama bin Laden dideportasi dalam pengamanan ketat oleh aparat Pakistan.

Pakistan akhirnya mendeportasi tiga janda Osama bin Laden serta anak-anaknya ke Arab Saudi pada Jumat (27/04) dinihari, sepekan menjelang setahun peristiwa penyerangan pasukan khusus AS yang menewaskan Osama.

Dikawal ketat aparat keamanan Pakistan, keluarga Osama bin Laden meninggalkan sebuah rumah di Islamabad dengan mengendarai minibus untuk kemudian diterbangkan ke Arab Saudi

Para wartawan tidak dapat melihat langsung mereka karena jendela minibus ditutup tirai.

Keluarga bin Laden ditahan otoritas Pakistan setelah pasukan khusus AS menyerang dan menewaskan Osama bin Laden di tempat persembunyiannya di kawasan Abbottabad, Pakistan, 2 Mei 2011 lalu.

Pada awal April lalu, tiga janda Osama dan dua putri sulungnya telah didakwa dan dijatuhi hukuman selama beberapa hari, karena tinggal di Pakistan tanpa ijin.

Mereka ditahan di sebuah rumah sebelum akhirnya dideportasi.

Departemen Dalam Negeri Pakistan menyatakan, deportasi terhadap tiga janda Osama serta anak-anaknya dilakukan berdasarkan perintah pengadilan.

"Selama ditahan, mereka dalam kondisi sehat serta aman dan sehat... Mereka dideportasi ke negara pilihan mereka, yaitu Arab Saudi," demikian keterangan otoritas Pakistan.

Istri termuda

Disebutkan, kedua istri tertua Osama bin Laden adalah warga Arab Saudi, namun yang paling muda, yaitu Amal Abdulfattah merupakan warga Yaman.

Selama pemeriksaan aparat Pakistan, Amal mengatakan bin Laden berpindah-pindah rumah saat tinggal di Pakistan selama sembilan tahun.

Di Pakistan, Osama bin Laden sempat tinggal di sebuah rumah dengan tembok tinggi bersama istri-istri dan anak-anaknya di Abbottabad, tanpa terdeteksi aparat keamanan selama hampir lima tahun.

Dalam kurun waktu itu, Osama memiliki empat anak dan dua di antaranya lahir di rumah sakit pemerintah.

Dalam persembunyiannya di Pakistan, Pemerintah Amerika Serikat tetap memburu Osama dan menjanjikan memberikan imbalan US$25 juta bagi siapa saja yang dapat memberi informasi tentang keberadaannya.

Sejumlah laporan menyebutkan, Amal Abdulfattah dinikahi Osama sebelum serangan 11 September.

Amal berangkat ke Afghanistan pada tahun 2000 dan kemudian menyeberang ke Pakistan.

Berita terkait