Dokter yang membantu CIA dihukum di Pakistan

Osama bin Laden Hak atas foto BBC World Service
Image caption Afridi mengadakan vaksinasi untuk memastikan DNA dari tempat persembunyian Osama.

Pengadilan Pakistan menjatuhkan hukuman penjara selama 33 tahun kepada seorang dokter yang membantu CIA dalam menemukan Osama bin Laden.

Shakil Afridi dinyatakan bersalah dalam dakwaan pengkhianatan atas negara dan juga dijatuhi hukuman denda sebesar 320.000 rupee atau sekitar Rp30 juta.

Sidang dalam kasus ini digelar oleh pengadilan masyarakat suku di kawasan semiotonom Khyber.

"Dia sudah dijatuhi hukuman penjara 33 tahun dalam dakwaan pengkhianatan atas negara dan sudah dipindahkan ke tahanan utama di Peshawar setelah vonisnya diumumkan oleh pengadilan lokal," tutur Mohammad Siddiq, juru bicara kepala pemerintah di Khyber kepada kantor berita AFP.

Afridi dilaporkan tidak hadir saat pembacaan keputusan atasnya dan berdasarkan sistem peradilan kesukuan, dia boleh mengajukan banding.

Program vaksinasi

Harian The Guardian terbitan Inggris melaporkan bahwa Juli tahun lalu Shakil Afridi pura-pura menjalankan program vaksinasi polio dengan harapan bisa mendapatkan contoh DNA dari penghuni yang tinggal di rumah tempat Osama bersembunyi.

Dua bulan lalu dia sudah dipecat dari posisinya sebagai dokter pemerintah yang sudah bekerja di Khyber selama beberapa tahun.

Washington sudah mengungkapkan harapannya agar Afridi dibebaskan.

Hukuman tampaknya akan mendapat kecaman keras dari pemerintah Amerika Serikat dan terjadi ketika Washington dan Islamabad sedang berunding untuk membuka kembali jalur pasokan bagi pasukan internasional pimpinan Amerika Serikat di Afghanistan.

Pakistan menutup jalur pasokan itu sebagai protes atas serangan udara NATO yang menewaskan 24 tentara Pakistan di kawasan perbatasan dengan Afghanistan.

Operasi khusus

Bulan Januari, Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Leon Paneta, mengukuhkan bahwa Afridi bekerja untuk badan intelijen CIA dengan mengumpulkan DNA yang digunakan guna memastikan keberadaan Osama bin Laden.

Saat itu Paneta juga mengungkapkan kehawatiran atas tindakan yang diambil Pakistan atas Afridi.

"Dia, dalam cara apa pun, tidak melakukan tindakan pengkhianatan terhadap Pakistan," tutur Panetta kepada stasiun TV CBS.

"Mereka mengambil tindakan atas seseorang yang membantu melawan terorisme yang menurut saya merupakan kesalahan nyata mereka," tambahnya.

Pasukan khusus Amerika Serikat, Navy Seal, menewaskan Osama bin Laden dalam operasi atas rumah persembunyiannya di Abbotabad pada 2 Mei 2011.

Operasi itu menimbulkan masalah dalam hubungan Pakistan-AS karena dianggap sebagai pelanggaran kedaulatan negara Pakistan.

Rumah persembunyian Osama itu terletak tidak jauh dari sebuah sekolah militer, namun Pakistan menegaskan tidak mengetahui keberadaan Osama di Abbotabad.

Berita terkait