Pemberontak Suriah bantah menculik warga Lebanon

Kota Allepo Hak atas foto AFP
Image caption Para peziarah Lebanon dilaporkan diculik di kota Allepo dalam perjalanan pulang.

Tentara Pembebasan Suriah (FSA) membantah telah menculik sekelompok peziarah Shiah dari Lebanon di Aleppo, bagian utara Suriah pada hari Selasa (22/05).

"FSA sama sekali tidak bertanggung jawab atas operasi itu," kata seorang petinggi FSA, Mustafa al-Sheikh seperti dikutip kantor berita AFP hari ini, Rabu 23 Mei.

Dia menambahkan tuduhan itu merupakan upaya untuk merusak citra kelompoknya.

Menurut kantor berita Lebanon, FSA menculik 13 warga Lebanon di Provinsi Aleppo.

Tiga belas peziarah dilaporkan menumpang bus bersama puluhan peziaran lain yang kemudian dihadang oleh pemberontak bersenjata ketika bus melintasi perbatasan dari Turki ke Suriah dalam perjalanan pulang dari Iran.

Penculikan terjadi dua hari setelah pertempuran antara kelompok pendukung dan kelompok penenentang Presiden Suriah Bashar al-Assad di ibukota Lebanon.

Penduduk mengungsi

Para aktivis oposisi di Suriah utara mengatakan sejauh ini tampaknya tidak ada satu pun satuan gerilyawan utama Suni yang biasanya beroperasi di kawasan itu terlibat dalam penculikan.

Oposisi Suriah di pengasingan, Dewan Nasional Suriah (SNC), menyerukan kepada pemberontak di Suriah untuk membantu membebaskan 13 warga Lebanon.

"Dewan Nasional Suriah mengecam penculikan, penyerangan atau teror terhadap saudara-saudara kita dari Lebanon dan kami menuntut agar mereka segera dibebaskan," demikian bunyi pernyataan SNC.

Sementara itu, pasukan pemerintah menggempur kantong pemberontak di kota al-Rastan, bagian tengah Suriah.

Sebagian besar penduduk kota telah melarikan diri menyusul pertempuran di sana selama berbulan-bulan, tetapi militer Suriah gagal menguasa kembali kota.

Pertempuran sengit pekan lalu di al-Rastan menewaskan sedikitnya 30 orang termasuk tentara pemerintah.

Berita terkait