Turki ultimatum diplomat-diplomat Suriah

erdogan Hak atas foto AFP
Image caption Pemerintah PM Erdogan mengatakan Turki tidak bisa tinggal diam.

Turki pada hari Rabu (30/5) memberi waktu tiga hari bagi semua diplomat Suriah untuk meninggalkan negara tersebut.

"Kami meminta kuasa usaha dan diplomat-diplomat Suriah untuk meninggalkan Turki dalam 72 jam terhitung mulai 30 Mei," demikian bunyi pernyataan tertulis Kementerian Luar Negeri Turki.

Namun disebutkan pengusiran ini tidak berlaku untuk staf konsuler Suriah di Istanbul.

Kementerian Luar Negeri Turki mengatakan mereka tidak bisa tinggal diam atas kejadian di Suriah yang mereka sebut sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan.

Pada hari Selasa negara-negara Barat termasuk Amerika Serikat, Inggris, Prancis, dan Australia mengusir diplomat-diplomat senior Suriah dalam upaya untuk menekan pemerintah pimpinan Bashar al-Assad.

Jepang juga telah mengusir duta besar Suriah di Tokyo.

Pengusiran diplomat telah berlangsung dalam beberapa hari terakhir di sejumlah negara, untuk memprotes pembunuhan besar-besaran di Houla, hari Jumat pekan lalu, yang menewaskan lebih dari 100 orang, termasuk 49 anak.

Kelompok milisi pendukung Presiden Assad antara lain disebut-sebut melakukan pembunuhan tersebut.

Menghadapi tekanan sejumlah negara ini, Suriah dilaporkan meminta kuasa usaha Belanda di Damaskus untuk pulang.

Ia merupakan satu dari sedikit diplomat Barat yang masih bertahan di Suriah.

Rusia sementara itu mengatakan pengusiran besar-besaran diplomat Suriah tidak akan membantu menyelesaikan masalah.

Berita terkait