Lagi, saksi pembantaian massal Filipina tewas dibunuh

Hak atas foto AP
Image caption Keluarga Ampatuan dituduh mendalangi pembunuhan terhadap 57 orang pada 2009

Satu lagi saksi potensial dalam persidangan kasus pembantaian terhadap 57 orang di Filipina tewas dibunuh, kata seorang pejabat.

Alijol Ampatuan adalah orang keenam di antara para saksi, saksi potensial atau keluarga mereka yang dibunuh sejak kasus itu disidangkan pada 2010, kata jaksa Nena Santos.

Ia adalah korban penembakan a la mafia yang dilakukan dari sebuah mobil yang melaju kencang Februari lalu, kata dia.

Ia masih memiliki hubungan saudara dengan klan Ampatuan, keluarga kaya raya yang dituduh mendalangi pembunuhan yang terjadi pada 2009 itu.

Jaksa ingin mendekati pria itu, karena ia diduga mengirim algojo sekelompok penembak untuk membantu pembantaian tersebut, dan memintanya untuk bersaksi di pengadilan.

Andal Ampatuan Jr dan lima anggota keluarga Ampatuan lainnya, termasuk sesepuh keluarga Andal Ampatuan Snr, adalah satu dari 196 orang yang menghadapi dakwaan terkait pembantaian tersebut.

Korban tewas meliputi banyak perempuan keluarga lawan politik mereka, Mangudadatus, dan 30 orang wartawan yang bepergian bersama mereka.

Pembantaian terjadi ketika kelompok Mangudadatu pergi untuk mendaftarkan berkas pencalonan pemilu provinsi.

Organisasi pemerhati hak asasi manusia Human Rights Watch mengatakan siapa pun yang berada di belakang pembunuhan itu mengirim pesan intimidasi.

Kelompok itu telah memperingatkan saksi lain untuk tidak memunculkan diri jika pemerintah Filipina tidak menawarkan perlindungan yang lebih baik, kata wartawan BBC Kate McGeown di Manila.

Berita terkait