Saksi pertama sidang genosida Muslim Bosnia

Ratko Mladic Hak atas foto AFP
Image caption Ratko Mladic, 70 tahun, baru-baru ini mengalami gangguan jantung.

Pengadilan kejahatan perang mantan komandan Serbia Bosnia Ratko Mladic dimulai dengan mendengarkan saksi yang selamat dari pembantaian tahun 1992.

Elvedin Pasic akan menggambarkan kepada panel hakim Mahkamah Kejahatan Internasional untuk bekas Yuslovia di Den Haag, Belanda, tentang penyerangan pasukan Serbia di desa Grabovica, tempat tewasnya sekitar 150 orang tahun 1992.

Mladic membantah 11 dakwaan kejahatan perang dan kejahatan kemanusiaan dalam Perang Bosnia tahun 1992-1995.

Mladic menyatakan tidak bersalah atas dakwaan itu. Bila dinyatakan bersalah, ia dapat menghadapi hukuman seumur hidup.

Pengadilan yang dibuka bulan Mei lalu ditunda karena adanya "sejumlah ketidakjelasan" dalam tuntutan.

Mahakamah Kejahatan Perang PBB untuk bekas Yugoslavia mengatakan penundaan Mei lalu akibat kesalahan dalam pemberian dokumen kepada kuasa hukum terdakwa.

Mladic yang kini berusia 70 tahun, merupakan salah satu tokoh kunci terakhir yang diburu terkait kejahatan Perang Bosnia.

Ia menyembunyikan diri selama 16 tahun sebelum ditangkap.

Sejumlah keluarga korban dan korban selamat Perang Bosnia menyatakan kekhawatiran pengadilan akan berlangsung lama dan Mladic -yang mengalami gangguan jantung- dikhawatirkan meninggal sebelum vonis dijatuhkan.

Saksi Srebrenica

Pasic dalam kesaksiannya akan menggambarkan "penghancuran rumah, serangan ke desa-desa, dan pengejaran terhadap warga non-Sebia", kata jaksa sebelum sidang.

Jaksa mengatakan saksi itu, seorang Muslim Bosnia, yang masih remaja saat itu, akan bercerita bahwa ia dipisah dari pria lain dalam keluarganya dan "selamat dari eksekusi sekitar 150 orang bulan November 1992 di desa Grabovica."

Pengadilan juga akan mendengar kesaksian Jendral Richard Dannat, pensiunan jenderal Inggris yang bertugas sebagai wakil komandan pasukan NATO di Bosnia saat itu.

Selain itu juga akan ada saksi lain yang selamat dari pembantaian Srebrenica tahun 1995.

Ia akan bercerita tentang tahanan yang disuruh berdiri berkelompok sebanyak 10 orang dan dihukum mati.

Sekitar 8.000 pria dan anak laki-laki Bosnia dari Srebrenica tewas setelah kota itu diserang pasukan Serbia Bosnia bulan Juli tahun 1995.

Peristiwa itu merupakan kejahatan terburuk di Eropa sejak akhir Perang Dunia II.

Berita terkait