Mantan Presiden Filipina Gloria Arroyo bebas dengan jaminan

Gloria Arroyo Hak atas foto AP
Image caption Gloria Arroyo dirawat di rumah sakit militer sejak Desember 2011.

Mantan Presiden Filipina Gloria Macapagal Arroyo dibebaskan dengan jaminan setelah hakim memutuskan bahwa tidak ada cukup bukti untuk tetap menahan Arroyo sebelum sidang.

Keputusan dikeluarkan oleh pengadilan di Filipina pada, Rabu 25 Juli, dalam kasus dakwaan kecurangan pemilihan. Dia didakwa membantu seorang pemimpin milisi melakukan kecurangan pemilihan umum.

Namun hakim berpendapat bukti yang mengkaitkan Arroyo dengan kasus ini lemah sehingga mantan presiden Filipina tersebut tidak bisa tetap ditahan.

Hari ini Gloria Arroyo, 65 tahun, berjalan ke luar dari rumah sakit militer, tempat dia ditahan sambil menjalani perawatan sejak Desember 2011. Dia dibebaskan dengan jaminan satu juta peso atau sekitar Rp225 juta.

Wartawan BBC di Filipina Kate McGeown melaporkan Gloria Arroyo melewati sekelompok pemrotes yang menyuarakan kemarahan mereka karena dia mendapat kebebasan, setidaknya untuk sementara.

Pasalnya, jelas Kate McGeown, Arroyo juga menghadapi dakwaan terpisah dalam kasus perampasan.

Reaksi pemerintah

Pembebasan Gloria Arroyo dalam kasus dugaan kecurangan pemilihan dianggap sebagai kemunduran bagi penerusnya, Benigno Aquino, yang mengatakan pengadilan terhadap Arroyo merupakan bagian penting dalam usaha memberantas korupsi.

Beberapa saat setelah pengadilan membebaskan mantan Presiden Gloria Arroyo, pemerintah memberikan reaksi yang intinya pembebasan tidak akan menghalangi upaya pemberantasan korupsi.

"Hal itu tidak akan memperlemah tekad kami untuk mengajukan dan terus memproses kasus-kasus korupsi yang dihadapi para pejabat yang bertanggung jawab," kata juru bicara presiden Lacierda kepada para wartawan.

Pengadilan Tindak Pidana Korupsi mengeluarkan larangan bepergian ke luar negeri bagi Arroyo pada Selasa kemarin. Larangan tersebut merupakan yang ketiga yang mencegah Arroyo berobat ke luar negeri untuk menyembuhkan masalah tulang belakangnya.

Arroyo ditangkap di sebuah rumah sakit ekskluif pada November tahun lalu, tidak lama setelah pihak berwenang dari bagian imigrasi menghadangnya di Bandara Manila.

Presiden Benigno Aquino mengatakan Arroyo berusaha melarikan diri ke luar negeri untuk menghindari dakwaan, tetapi Arroyo menegaskan dia memerlukan perawatan di luar negeri untuk mengatasi masalah kesehatannya.

Berita terkait