Filipina lelang daerah Laut Cina Selatan

Filipina Hak atas foto none
Image caption Filipina meningkatkan pertahanan di Laut Cina Selatan, terutama di wilayah sengketa.

Pemerintah Filipina akan melelang tiga wilayah di Laut Cina Selatan untuk eksplorasi minyak dan gas yang juga diklaim oleh Cina.

Sejumlah perusahaan lokal dan asing memenuhi standarisasi untuk mengajukan penawaran, termasuk perusahaan energi besar asal Prancis Total, perusahaan AS Exxon dan Kerajaan Belanda Shell.

Filipina sangat ingin mengurangi ketergantungan impor energi.

Bagaimanapun, perairan yang diklaim oleh sejumlah negara itu, memiliki sumber energi yang besar.

Blok yang akan dilelang berada di dekat Provinsi Palawan province, dekat Malampaya dan Sampaguita yang mengandung gas alam.

Wilayah ini dekat dengan Reed Bank, yang juga diklaim oleh Cina.

"Seluruh wilayah yang telah kami tawarkan berada di 200 mil zona ekonomi eksklusif Filipina sesuai dengan UNCLOS (Konvensi Hukum Laut PBB)," jelas Jose Layug, pejabat Departemen Energi.

"Jadi upaya Filipina untuk mendapatkan hak kedaulatan ekslusif dan otoritas untuk mengeksplorasi dan eksploitasi sumber alam di wilayah itu diluar negara lain. Tidak ada keraguan dan sengketa mengenai hak tersebut."

Cina mengklaim wilayah Laut Cina Selatan, yang juga diklaim oleh Filipina, Vietnam, Taiwan, Brunei dan Malaysia.

Diperkirakan wilayah laut Cina Selatan yang menjadi sengketa itu mengandung minyak dan gas yang besar.

Dalam beberapa tahun terakhir, ketegangan antara sejumlah negara menajam, menyusul peningkatan aktivitas maritim Cina di wilayah itu.

Hubungan antara Cina dan Filipina menurun menyusul sengketa wilayah di Scarborough Shoal.

Berita terkait