Pertempuran kembali pecah di Damaskus dan Aleppo

Hak atas foto Reuters
Image caption Pertempuran kembali pecah di sekitar Damaskus dan Aleppo.

Pertempuran baru dilaporkan kembali terjadi di sekitar ibukota Suriah, Damaskus dan di utara kota Aleppo.

Mayoritas kawasan di Aleppo yang dikuasai para pemberontak dibombardir oleh pasukan pemerintah dan pertempuran lainnya pecah di sejumlah distrik.

Pertempuran terbaru ini berlangsung hanya beberapa saat setelah voting Majelis Umum PBB mengkritik kegagalan Dewan Keamanan untuk bertindak di Suriah.

PBB juga mengecam pemerintah Suriah karena menggunakan kekerasan.

Wartawan BBC Jim Muir di Beirut melaporkan, pusat pertempuran berlangsung di kawasan selatan Damaskus dimana baku tembak dilaporkan berlangsung di Tadamon, meski sebelumnya telah diserang oleh pasukan pemerintah.

Tembakan dan ledakan juga terdengar di sejumlah bagian di pusat ibukota, dan aktivis melaporkan pertikaian berikutnya terjadi di bagian barat kota dan di sekitar Dumar.

Cuplikan video yang dirilis oleh aktivis menunjukkan sebuah jet militer terbang diatas kawasan yang mereka sebut sebagai markas pemberontak di Salah al-Din di Aleppo kemudian diikuti dengan suara ledakan keras.

Pemerintah Suriah sejauh ini belum melancarkan serangan terpadu untuk mengusir para pemberontak keluar, meski PBB meyakini bahwa saat rezim Bashar al-Assad tengah mengumpulkan pasukan untuk melancarkan serangan guna menguasai kota yang tidak bisa dilepas.

'Keberpihakkan'

Sebelumnya Rusia dan Cina mengecam resolusi PBB yang dikeluarkan Jumat (03/08) kemarin dengan mengatakan bahwa resolusi akan menghancurkan upaya perdamaian.

Utusan Moskow di PBB, Vitaly Churkin, kepada wartawan mengatakan resolusi PBB berpihak dan mendukung oposisi bersenjata.

Sedangkan negara Barat memuji resolusi yang didukung 133 anggota, 12 menolak dan 31 negara absen.

Resolusi itu mengkritik Dewan Keamanan PBB dan pemerintahan Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Majelis memperdebatkan resolusi yang diajukan oleh Arab Saudi, sesaat setelah pengunduran diri utusan PBB-Liga Arab Kofi Annan dan kegagalan rencana enam poin perdamaiannya.

Sejak pecah 17 bulan silam, krisis di Suriah telah menelan setidaknya 20.000 korban jiwa yang kebanyakan adalah warga sipil.

Berita terkait