Menteri kabinet Jepang kunjungi Yasukuni

Terbaru  18 Oktober 2012 - 16:16 WIB
Kunjungan ke Yasukuni

Kunjungan ke Kuil Yasukuni diperkirakan akan memperkeruh hubungan Jepang dengan Cina.

Puluhan anggota parlemen Jepang, termasuk dua menteri kabinet, mengunjungi kuil peringatan perang Yasukuni di tengah ketegangan antara Jepang dan negara-negara tetangganya terkait sengketa wilayah.

Kunjungan para politikus ke Yasukuni di Tokyo pada Kamis (18/10) diadakan dalam rangka perayaan musim gugur.

Dua menteri kabinet yang berkunjung ke Yasukuni adalah Menteri Pertanahan, Yuichiro Hata, dan Menteri Privatisasi Pos, Mikio Shimoji.

Perdana Menteri, Yoshihiko Noda, tidak melakukan kunjungan tetapi pemimpin oposisi Shinzo Abe berkunjung ke Kuil Yasukuni kemarin.

Cina mengecam keras kunjungan Shinzo Abe. Media pemerintah Cina menyebut kunjungan itu sebagai salah satu rangkaian provokasi terbaru yang mengganggu hubungan kedua negara.

Namun salah seorang menteri kabinet yang berkunjung ke Yasukuni, Yuichiro Hata, mengatakan dia berkunjung ke kuil bukan sebagai wakil pemerintah sehingga dia berharap hubungan dengan Cina tidak akan terpengaruh.

"Kabinet pimpinan Perdana Menteri Noda telah mengatakan tidak akan melakukan kunjungan resmi ke kuil, dan sikap tersebut masih berlaku," jelas Hata.

"Jadi saya memutuskan untuk datang dalam kapasitas pribadi. Ini sesuatu yang pribadi, saya berdoa semoga hal ini tidak mempengaruhi hubungan kami dengan Cina," tambah Menteri Pertanahan Jepang.

Kebijakan tidak berubah

"Saya tahu bahwa Menteri Hata dan Shimoji berkunjung ke Kuil Yasukuni Shrine hari ini. Kita menganggap kunjungannya sebagai kunjungan pribadi."

Osamu Fujimura

Sementara itu Menteri Sekretaris Kabinet, Osamu Fujimura, menekankan bahwa kunjungan ke Kuil Yasukuni hari ini tidak berarti kebijakan pemerintah telah berubah.

"Saya tahu bahwa Menteri Hata dan Shimoji berkunjung ke Kuil Yasukuni Shrine hari ini. Kita menganggap kunjungannya sebagai kunjungan pribadi," kata Fujimura.

Karena kunjungan pribadi, lanjutnya, pemerintah tidak memberikan komentar lebih lanjut.

"Sebagai dasar pegangan, perdana menteri dan anggota kabinet menahan diri untuk tidak melakukan kunjungan resmi ke Kuil Yasukuni karena beberapa alasan termasuk hubungan internasional. Hal ini tidak akan berubah," jelas Fujimura.

Kuil Yasukuni di Tokyo merupakan kuil yang kontroversial sebab selain sebagai kuil peringatan bagi 2,5 juta warga Jepang yang tewas dalam perang, Yasukuni juga digunakan untuk memperingati 14 pemimpin perang Jepang yang dinyatakan bersalah melakukan kejahatan perang selama Perang Dunia II.

Bagi kalangan konservatif dan sayap kiri Jepang, Yasukuni adalah kebanggaan nasional.

Kunjungan para pejabat dan tokoh-tokoh penting Jepang biasanya menyulut kemarahan di Cina dan kawasan Semenanjung Korea karena banyak kalangan merasa Jepang gagal menebus agresi brutalnya di masa perang.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.