Pakistan hukum gantung seorang tentara

Terbaru  15 November 2012 - 17:06 WIB
Tali gantung

Sekitar 8.000 masuk dalam daftar mereka yang menunggu hukuman mati di Pakistan.

Seorang tentara Pakistan yang dihukum mati empat tahun lalu menjadi orang pertama yang dieksekusi di negara itu dalam empat tahun terakhir.

Muhammed Hussain dijatuhi hukuman mati oleh mahkamah militer tahun 2008 karena membunuh seniornya.

Ia digantung di penjara kota Mianwali propinsi Punjab hari Kamis (15/11) pagi. Semua upaya banding dan grasi Hussain ditolak.

Sejumlah laporan menyebutkan Pakistan menerapkan moratorium hukuman mati secara tidak resmi beberapa bulan setelah Partai Rakyat Pakistan berkuasa tahun 2008.

Setiap tiga bulan, kantor presiden mengeluarkan surat yang mengukuhkan hukuman mati yang merupakan langkah rutin yang selalu dilakukan selama beberapa tahun terakhir.

Zaman Khan, pejabat Komisi Hak Asasi Pakistan, mengkritik eksekusi itu dan mengatakan langkah tersebut menunjukkan pemerintah mengubah kebijakan.

Menyangkut personel militer

Sekitar 8.000 orang diperkirakan berada dalam daftar mereka yang dijatuhi hukuman mati di Pakistan.

Kelompok hak asasi mengatakan negara itu memiliki salah satu angka paling banyak terkait tahanan yang dijatuhi hukuman mati di dunia.

Sejumlah laporan menyebutkan permintaan grasi Hussain kepada Presiden Asif Ali Zardari ditolak bulan Desember tahun lalu.

Wartawan di Pakistan, Orla Guerin, mengatakan para pegiat HAM menganggap keengganan Presiden Zardari untuk memberi grasi karena kasus ini menyangkut personel militer.

Organisasi HAM, Amnesty Internationa,l mengatakan banyak kasus hukuman mati dijatuhkan setelah pengadilan yang berlangsung secara tidak adil dengan bukti yang tidak layak digunakan berdasarkan hukum iinternasional.

Tahun lalu saja, lebih dari 300 tahanan dijatuhi hukuman mati.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.