Kampanye pemilu Jepang dimulai

abe

Kampanye pemilihan parlemen di Jepang secara resmi dimulai Selasa (04/12/12).

Dalam pemilu kali ini diperkirakan akan mengembalikan kekuasaan oposisi Liberal Demokrat di parlemen, meski resiko kebuntuan kebijakan yang mengganggu negara ekonomi ketiga terbesar di dunia tersebut masih berlanjut.

Krisis nuklir tahun lalu juga masih membayangi pelaksanaan pemilu kali ini yang diperkirakan akan mempengaruhi para pemilih.

Pentingnya isu nuklir ini dapat terlihat dari lokasi permulaan kampanye yang dilakukan Perdana Menteri Yoshiko Noda dan mantan Perdana Menteri Shinzo Abe, pemimpin oposisi Partai Liberal Demokrat (LDP) di Fukushima, tempat bencana nuklir terjadi.

Kebijakan pembangkit nuklir merupakan topik panas dalam pemilihan nasional pertama sejak gempa bumi dan tsunami Maret 2011 Fukushima Daiichi.

Dalam bencana melelehnya nuklir tersebut, 160.000 orang terpaksa mengungsi dan menghancurkan kepercayaan bahwa tenaga atom aman, murah dan bersih.

Isu Cina

Selain isu energi, para pemilih juga akan menyoroti soal kebijakan untuk menyelamatkan ekonomi Jepang yang mengalami resesi ke empat sejak 2000 dan menghadapi tantangan kebangkitan Cina.

Hubungan dengan Cina menyusul pertikaian perebutan kawasan diantara kedua negara juga menjadi isu lainnya dalam kampanye kali ini.

"Misi kami adalah menjaga keamanan anak-anak kita dan publik, untuk melindungi kawasan dan keindahan perairan kita,'' kata Abe dihadapan kerumunan massa di Fukushima.

"Kami bertekad untuk memenangkan mayoritas kursi parlemen bersama sekutu LDP, Partai Baru Komeito dan mengambil alih kekuasaan.''

"Kami tidak bisa kalah,'' katanya yang langsung disambut massa.

Dalam kampanye tersebut juga terdapat aksi dari seorang warga yang membawa spanduk bertuliskan ''Adalah LDP yang membangun PLTN di Fukushima.''

Jajak pendapat di media memperkirakan pemilu yang dilakukan oleh 12 partai dan 1.500 kandidat anggota parlemen ini akan dimenangkan oleh LDP di majelis rendah.

Berita terkait