Uskup Agung menolak pernikahan sejenis

Vincent Nichols
Image caption Uskup Agung Vincent Nichols

Pemimpin Katolik Roma di Inggris dan Wales mengkritik rencana pemerintah yang "tidak demokratis" untuk pernikahan sejenis dalam kutbah malam Natal.

Uskup Agung Westminster Vincent Nichols menyebut rencana itu "kacau."

Berbicara di Katedral Westminster, ia mengatakan pemerintah tidak memiliki mandat untuk mendorong undang-undang pernikahan sejenis.

Dua pekan lalu, pemerintah mengumumkan rencana untuk mengizinkan pernikahan sejenis di Inggris dan Wales tapi mengatakan tidak ada organisasi yang akan dipaksa untuk melaksanakan layanan itu.

Sementara itu, Uskup Agung Canterbury akan mengakui bahwa Gereja Inggris telah dirusak oleh keputusan menolak uskup wanita dalam pidato Natal terakhirnya sebagai Uskup Agung.

Dr Rowan Williams akan pensiun dari posisinya akhir bulan ini.

'Proses yang kacau'

Dalam kutbah tengah malamnya, Uskup Agung Nichols menyerang rencana pernikahan sejenis. Ia mengatakan, "Tidak ada pengumuman dalam manifesto partai apa pun, tidak ada pernyataan di Pidato Ratu. Dan sekarang hal itu akan segera diputuskan.

"Dari pandangan demokratis, ini sangat kacau. George Orwell akan bangga atas manuver itu, yang saya pikir adalah proses yang kacau."

Ia mengklaim bahwa selama "periode mendengarkan", mereka yang merespon adalah "7-1 menentang pernikahan sejenis."

Di masa lalu, pemimpin Gereja Katolik Roma di Inggris dan Wales menyebut hubungan sejenis yang berkomitmen dengan "persahabatan erat."

Dalam pesan Hari Natal dari Katedral Canterbury sebagai pemimpin spiritual Gereja Inggris, Dr Williams akan mengakui betapa pemungutan suara menentang uskup wanita telah merusak kredibilitas Gereja.

Dr Wiliams, bersama penerusnya Uskup Durham Justin Welby dan Uskup Agung York John Sentamu akan menyiarkan pidato Natal mereka melalui Twitter.

Uskup Welby, seorang mantan eksekutif industri perminyakan, dipilih sebagai penerus Dr Williams November lalu.