Ayatollah Ali Khamenei tolak tawaran AS

Ayatollah Ali Khamenei
Keterangan gambar,

Ayatollah Ali Khamenei menentukan kebijakan luar negeri Iran.

Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menolak tegas tawaran perundingan langsung dengan Amerika Serikat dengan alasan perundingan tidak akan menyelesaikan persoalan.

Ayatollah Ali Khamenei menyampaikan hal itu dalam pidato di hadapan para pejabat dan anggota Angkatan Udara Iran dan kemudian diunggah di situs resminya.

"Sebagian orang menyukai gagasan perundingan dengan Amerika, tetapi negosiasi tidak akan menyelesaikan masalah," tegas pemimpin tertinggi Iran.

"Negosiasi sebagai taktik, pertemuan sebagai taktik, isyarat negara adikuasa hanyalah langkah tipuan. Ini bukan langkah nyata. Saya bukan diplomat. Saya adalah seorang revolusioner dan saya mengucapkan kata-kata dengan jujur," kata Ayatollah Ali Khamenei di Teheran, Kamis (07/02).

Penentu kebijakan

Ayatollah menuduh Amerika Serikat mengajak berdialog sementara pada saat yang sama menodongkan senjata ke Iran, tetapi negaranya tidak takut menghadapi semua ancaman.

"Bila sebagian orang menginginkan kekuasaan Amerika ditegakkan lagi di Iran, bangsa ini akan bangkit untuk menghadapi mereka," tambahnya.

Ayatollah Khamenei mengeluarkan pernyataan hanya beberapa hari setelah Wakil Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengatakan bahwa AS siap mengadakan perundingan langsung dengan para pemimpin Iran.

Tawaran tersebut disambut secara hati-hati oleh Menteri Luar Negeri Iran. Namun keputusan akhir dalam masalah kebijakan luar negeri ditentukan oleh Ayatollah, lapor wartawan BBC masalah Iran, James Reynolds.

Larangan berunding, kata Reynolds, tampaknya hanya berlaku bagi perundingan langsung dengan Amerika Serikat, tetapi tidak berlaku bagi perundingan yang dihadiri oleh negara-negara lain.

Akhir bulan ini Iran dijadwalkan duduk bersama Amerika Serikat, Rusia, Cina, Inggris dan Jerman di Kazakhstan untuk membahas program nuklir Iran.