CIA dan FBI mengetahui kemungkinan ancaman Tsarnaev

Tamerlan Tsarnaev
Image caption Rusia memberikan informasi tentang Tamerlan Tsarnaev kepada Amerika Serikat.

Badan intelijen dan penyidik Amerika Serikat, CIA dan FBI, sudah mendapat informasi tentang kemungkinan ancaman pembom maraton Boston, Tamerlan Tsarnaev, sekitar setahun sebelum serangan.

Namun kedua lembaga itu tidak menindaklanjuti penyelidikan awalnya.

Rusia menghubungi keduanya untuk memperingatkan bahwa Tsarnaev dianggap sebagai umat Islam yang radikal yang kemungkinan merencanakan sebuah serangan di Rusia.

Akan tetap FBI tidak menemukan bukti tentang ancaman nyata di Amerika Serikat sehingga penyelidikannya tidak diteruskan, seperti dilaporkan wartawan BBC di Washington, Jane O'Brien.

Sementara CIA menempatkan nama Tsarnaev dalam daftar tersangka teroris yang diamati namun beberapa informasi yang diterima dari Rusia ternyata tidak akurat.

Tiga orang tewas dan sekitar 100 lainnya cedera akibat serangan bom di dekat garis akhir maraton Boston, Senin 15 April lalu.

Upacara penghormatan

Image caption Seorang polisi tewas saat memburu abang beradik pembom Boston.

Dalam perkembangan terpisah, ribuan orang menghadiri upacara penghormatan atas seorang polisi yang tewas dalam upaya memburu pembom Boston.

Wakil Presiden Amerikat Serikat, Joe Biden, menyampaikan pidato untuk mengenang Sean Collier yang berusia 26 tahun di Massachusetts Institute of Technology, MIT.

Sekitar 4.000 mahasiswa, staf universitas, dan polisi menghadiri ke upacara itu.

Collier tewas ditembak abang beradik pembom Boston, Dzokhar dan Tamerlan, di kampus MIT Jumat 19 April dini hari.

Dalam upaya pengejaran itu, Tamerlan tewas ditembak sementara adiknya, Dzokhar, yang berusia 19 tahun, ditangkap dalam kondisi luka berat.

Dzokhar Tsarnaev yang saat ini ditahan di rumah sakit menghadapi ancaman hukuman mati atas tindakannya tersebut.

Berita terkait