Harapan temukan korban selamat di Bangladesh tipis

Keluarga korban
Image caption Sebagian keluarga korban hilang mengaku kecewa PM Hasina tidak berbicara dengan mereka.

Pencarian korban di reruntuhan gedung yang ambruk di Bangladesh telah memasuki hari keenam tetapi para pejabat mengatakan mungkin tidak ada lagi korban selamat.

Gedung pabrik garmen ambruk Rabu lalu. Korban tewas terus bertambah dan hingga kini mencapai sedikitnya 380 orang.

Kepala satuan pemadam kebakaran di lokasi kejadian Brigjen Ali Ahmed Khan mengatakan harapan menemukan korban selamat kini sudah tipis.

"Para petugas kami masuk dan melihat beberapa mayat di lantai bawah. Tetapi tidak seorang pun tampak hidup," kata Ali Ahmed Khan pada Senin (29/04).

Petugas sekarang menggunakan alata-alat berat untuk mengangkat bongkahan dinding di pabrik garmen di gedung Rana Plaza.

Kecewa

Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina mengunjungi reruntuhan pabrik garmen. Sheikh Hasina juga bertemu dengan para korban selamat dan keluarga korban yang meninggal.

Namun sebagian keluarga korban hilang menyatakan kecewa karena PM Hasina tidak menemui mereka dalam kunjungan itu.

"Seharusnya kami bisa berbicara dengan perdana menteri, dan ia juga seharusnya mendengarkan kita," kata Monowara Begum, ibu seorang pekerja yang hilang.

Pemilik gedung, Mohammed Sohel Rana dihadirkan di pengadilan pada Senin (29/04) dan masih akan berada di tahanan polisi selama 15 hari.

Ia adalah salah seorang dari delapan orang yang ditangkap terkait bencana ambruknya gedung yang berfungsi sebagai pabrik untuk sejumlah perusahaan garmen.

Berita terkait