Kekerasan komunal dekati Rangoon

Seorang warga membersihkan jendela masjid
Image caption Seorang warga membersihkan jendela masjid yang dibakar pada 3 April 2012.

Kerumunan warga Buddha dilaporkan menyerang harta milik warga Muslim dan sebuah masjid di kota Oakkan, dekat kota terbesar Burma, Rangoon, Selasa (30/04).

Polisi mengeluarkan tembakan peringatan untuk membubarkan massa di Oakkan, sekitar 100 kilometer dari Rangoon.

Sedikitnya lima toko milik warga Muslim hancur karena diserang oleh kelompok Buddha.

Ye Htut, juru bicara presiden Burma melalui akun Faceook mengatakan kerusuhan terbaru antara warga Buddha dan Muslim terjadi setelah seorang perempuan secara tidak sengaja menubruk biksu muda sehingga kotak amalnya jatuh ke tanah.

"Menurut informasi awal yang diterima Kepolisian Burma, masjid dan toko-toko diserang," kata Ye Htut.

Di kamp pengungsi

Ia menambahkan situasinya saat ini sudah terkendali.

Ketegangan sektarian di Burma masih tinggi setelah terjadi berbagai bentrokan komunal. Bulan lalu sedikitnya 40 orang tewas, sebagian besar dari komunitas Muslim, dalam kekerasan.

Kerusuhan kini menyebar ke kawasan yang semakin mendekati Rangoon. Komunitas Muslim di daerah-daerah yang paling parah dilanda kerusuhan kini menempati kamp-kamp pengungsi.

Pihak berwenang mengatakan penempatan mereka di kamp pengungsi dilakukan demi keamanan mereka sendiri.

Sehari sebelumnya komisi bentukan pemerintan untuk kerusuhan di negara bagian Rakhine merekomendasikan agar k omunitas Muslim dan Buddha tetap dipisah untuk sementara waktu.

Berita terkait