Latihan militer AS-Korsel berakhir

Latihan AS-Korsel
Image caption Latihan militer AS-Korsel melibatkan sekitar 10.000 tentara.

Amerika Serikat dan Korea Selatan mengakhiri latihan militer bersama yang berlangsung di tengah-tengah ketegangan di semenanjung Korea, Selasa 30 April.

Pemerintah Korea Utara memprotes latihan bersama tahunan dengan nama sandi Foal Eagle atau Anak Elang yang digelar selama dua minggu dan dimulai tak lama setelah Korut melakukan uji coba nuklir ketiga.

Foal Eagle melibatkan sekitar 10.000 tentara Amerika Serikat dan Korea Selatan, batik itu pasukan darat udara, laut, serta pasukan khusus.

"Latihan selesai namun militer Korea Selatan dan Amerikat Serikat akan terus mengamati potensi provokasi oleh Korea Utara, termasuk peluncuran rudal," kata juru bicara Kementrian Pertahanan Korea Selatan, Kim Min-seok, kepada para wartawan.

"Kami mempertimbangkan latihan memberikan hasil yang besar. Latihan juga dipimpin oleh militer Korea Selatan, jadi merupakan peluang yang baik untuk mengkaji kemampuan tentara Korea Selatan."

Selama latihan, yang dibayang-bayangi ancaman dari Pyongyang, Amerika Serikat menerbangkan dua pesawat pembom B-2 dan B-52 di atas udara Korea Selatan, yang memicu kemarahan lebih lanjut dari Korea Utara.

Dianggap persiapan serangan

Pemerintah Pyongyang pada pertengahan April menyatakan siap untuk berunding bila sanksi PBB dicabut dan latihan militer gabungan AS-Korsel dihentikan.

Hari Senin (29/04), koran Korea Utara, Rodong Sinmun, menggambarkan latihan militer bersama AS-Korsel itu sebagai 'persiapan serangan' yang mengarahkan situasi di Semenanjung Korea ke perang nuklir.

Pihak militer AS dan Korsel menegaskan latihan tahunan itu dirancang untuk meningkatkan kesiapan aliansi dalam mempertahankan Republik Korea.

Sementara itu tujuh pekerja Korea Selatan masih tetap berada di kawasan industri bersama Kaesong di Korea Utara,

Kantor berita Korsel, Yonhap, melaporkan ketujuh pekerja masih merundingkan gaji yang belum dibayar, pajak perusahaan, dan biaya komunikasi dengan pihak Utara.

"Seluruh proses tidak akan memerlukan waktu yang lama, namun ketujuh orang itu kemungkinan tidak akan pulang dalam satu hari," tutur seorang pejabat yang tidak dikutip namanya.

Kawasan industri bersama Kaesong dibangun tahun 2003 untuk meningkatkan hubungan antara kedua Korea dan baru kali ini Korea Selatan menarik seluruh pekerjanya dari sana.

Terdapat 123 perusahaan Korsel di kawasan itu dengan 53.000 pekerja warga Korea Utara.

Berita terkait