Larangan ikut pemilu seumur hidup bagi Musharraf

musharraf
Image caption Musharraf diduga terlibat dalam pembunuhan Benazir Bhutto.

Pengadilan di Pakistan melarang Pervez Musharraf mengikuti pemilihan umum seumur hidup.

Pengadilan Tinggi di Peshawar menjatuhkan keputusan itu setelah menolak banding Jenderal Musharraf atas larangan mengikuti pemilihan umum parlementer bulan depan.

Hakim mengatakan, Musharraf kehilangan hak untuk berpolitik sebab sebagai presiden ia memecat dan menangkap para hakim serta dua kali membatalkan konstitusi.

Pengacara Musharraf mengatakan mereka akan mengajukan banding. Saat ia ia menjalani tahanan rumah untuk satu kasus lain.

Sementara itu, pengadilan antiterorisme di Rawalpindi hari Selasa memberikan waktu 14 hari pada Badan Investigasi Federal, salah satu badan penegak hukum tertinggi di negara itu untuk menginterogasi Musharraf dalam penyelidikan pembunuhan mantan perdana menteri Benazir Bhutto.

"Dalam investigasi, Musharraf tidak bisa menjawab banyak pertanyaan mengenai pembunuhan Mohtarma Benazir Shaheed Bhutto," kata Chaudhry Azhar, salah satu jaksa penuntut.

Musharraf, yang berkuasa melalui kudeta militer pada 1999 ketika ia menjadi panglima angkatan bersenjata, mendapatkan kursi kepresidenan ketika Bhutto tewas dalam serangan bom pada Desember 2007, tidak lama setelah ia kembali dari pengasingan untuk mengikuti pemilu.

Musharraf menuduh kelompok Taliban Pakistan tetapi penyelidikan pemerintah kemudian menemukan bukti keterlibatannya.

Berita terkait