Sri Lanka dituduh menekan pengkritik

Sri Lanka
Image caption Pemerintah Sri Lanka selalu menolak tuduhan pelanggaran hak asasi manusia.

Kelompok pegiat hak asasi, Amnesty International, menuduh pemerintah Sri Lanka menekan dan memenjarakan para pengkritiknya.

Dalam laporannya, AI mengatakan para wartawan, pegiat serikat buruh, politik oposisi, dan penasehat hukum di Sri Lanka menderita gangguan fisik, ditahan, dan bahkan dibunuh karena bersuara menentang pemerintah.

"Penekanan dengan kekerasan atas pembangkang dan konsolidasi kekuatan politik berlangsung bersamaan di Sri Lanka," tutur Polly Truscott, Wakil Direktur AI untuk kawasan Asia Pasifik.

''Ada iklim ketakutan di Sri Lanka, dan mereka yang berani untuk berbicara melawan pemerintah sering sekali menderita untuk itu."

Menurut AI, pemerintah mulai melakukan konsolidasi setelah militer mengalahkan kelompok separatis Harimau Tamil pada tahun 2009, yang mengakhiri perang saudara di negara itu.

Selalu membantah

Belum ada tanggapan pemerintah Sri Lanka atas laporan terbaru ini namun di masa lalu mereka selalu membantah tuduhan pelanggaran hak asasi manusia dan menegaskan proses rehabilitasi sedang berlangsung setelah konflik panjang selama bertahun-tahun.

Pekan lalu para menteri Negara Persemakmuran memutuskan untuk tetap menggelar pertemuan puncak di Sri Lanka walau ditentang oleh Kanada.

Bulan Februari, organisasi hak asasi Human Rights Watch mengeluarkan laporan yang mengatakan aparat keamanan Sri Lanka masih terus melakukan pemerkosaan dan penyiksaan atas korban yang dituduh sebagai pendukung Harimau Tamil.

Pihak berwenang Sri Lanka membantah tegas tuduhan tersebut dengan menyebutnya dibuat-buat untuk menyudutkan mereka.

November tahun lalu, laporan PBB mengakui bertanggung jawab dalam kegagalan melindungi warga sipil pada masa-masa akhir perang saudara di Sri Lanka.

PBB memperkirakan sekitar 40.000 orang tewas dalam lima bulan terakhir sebelum pemerintah Sri Lanka mengalahkan Harimau Tamil.

Berita terkait