Demo penolakan kenaikan harga di Brasil berakhir rusuh

sao paulo
Image caption Polisi menembakkan peluru karet dan gas air mata ke pengunjuk rasa.

Aksi protes penolakan kenaikan tiket bus dan kereta bawah tanah di Sao Paulo, Brasil berakhir dengan kekerasan.

Para pendemo dilaporkan bentrok dengan polisi di kota terbesar di Brasil tersebut.

Polisi menembakkan peluru karet dan gas air mata ke para pengunjuk rasa dan menahan sekitar 40 orang di kawasan pusat kota.

Polisi mengatakan telah menyita bom minyak, pisau dan narkoba dari para pengunjuk rasa.

Sedikitnya 55 orang terluka dalam aksi kekerasan ini, demikian laporan koran Folha de Sao Paulo.

Koran ini melaporkan enam wartawan turut mengalami luka dan dua diantaranya terkena tembakan di wajah.

'Pengacau'

Dalam aksi demo tersebut para pengunjuk rasa mencoba menguasai jalan utama kota, Avenida Paulista, di mana banyak toko dirusak.

Gubernur Geraldo Alckmin menyebut para perusuh tersebut sebagai ''pengacau'' dan berjanji akan bertindak tegas untuk mencegah kekerasan terulang.

"Polisi bertindak secara profesional,'' kata Alckmin membantah klaim yang menyebut mereka menggunakan kekuatan berlebihan saat menangani aksi massa.

Selain di Sao Paulo, aksi penolakan kenaikan tiket transportasi umum juga berlangsung di Rio de Janeiro dan kota besar lainnya, di mana massa berkumpul mendesak kebijakan kenaikan harga tiket dicabut.

Harga tiket untuk tiket satu kali perjalanan di Brasil meningkat mulai 2 Juni lalu dari 3 real atau sekitar Rp12.000 menjadi 3,2 real atau lebih dari Rp31.000.

Otoritas setempat menyatakan peningkatan harga tersebut masih di bawah angka inflasi, di mana kenaikan harga terakhir berlangsung Januari 2011 sebesar 15,5%.

Berita terkait