Kevin Rudd tak setuju perahu suaka diusir

Kevin Rudd
Image caption Kevin Rudd mengatakan telah belajar dari pengalaman sebagai PM sebelumnya.

Perdana menteri baru Australia Kevin Rudd mengatakan rencana kubu oposisi untuk mengusir perahu pembawa pencari suaka berisiko membuka konflik dengan Indonesia.

Rudd mengatakan hal itu ketika menanggapi usulan pemimpin oposisi Tony Abbot bahwa perahu-perahu pembawa pencari suaka seharusnya dikembalikan ke wilayah Indonesia.

"Saya benar-benar bertanya-tanya apakah ia berusaha membuka risiko konflik dengan Indonesia," kata Kevin Rudd dalam jumpa pers pada Jumat (28/06).

Jumpa pers ini merupakan yang pertama sejak menjabat lagi sebagai perdana menteri setelah menggulingkan Julia Gillard sebagai pemimpin Partai Buruh Rabu lalu (26/06).

Sehari setelah pemilihan ketua Partai Buruh, dia diambil sumpah sebagai PM, tiga tahun sejak digulingkan oleh Julia Gillard.

"Terdapat saat-saat sulit dalam hubungan kedua negara. Saya tidak pernah ingin melihat hal itu terjadi lagi," katanya di Canberra seperti dikutip kantor berita AFP.

Konsultasi kolega

Australia kesulitan menangani banjirnya pencari suaka yang menggunakan perahu dengan menggunakan Indonesia sebagai tempat transit. Lebih dari 10.000 pencari suaka masuk ke Australia selama enam bulan pertama tahun 2013.

Kevin Rudd juga mengatakan telah banyak memetik pelajaran dari pengalaman sebelumnya sebagai perdana menteri. Sebelumnya Rudd dikecam karena tidak berkonsultasi dengan para pejabat terkait sebelum mengambil keputusan penting.

Ia berjanji akan terus berkonsultasi dengan para kolega di pemerintahan.

"Salah satu hal yang saya pelajari adalah pentingnya konsultasi sebagaimana mestinya dengan kolega-kolega di kabinet tentang keputusan penting pemerintah," jelas Rudd.

Australia dijadwalkan akan menggelar pemilihan umum pada 14 September mendatang.

Berita terkait