Konstitusi baru Mesir mulai dibahas

Demonstrasi
Image caption Demonstrasi pendukung Morsi masih menggelar demonstrasi disejumlah kota.

Para juri yang terdiri dari ahli hukum yang ditunjuk oleh Presiden Mesir Adly Mansour, memulai pekerjaan untuk mengamandemen konstitusi pada hari Minggu (21/07).

Panel juri yang berjumlah 10 orang itu punya waktu selama 30 hari untuk membuat rancangan perubahan yang meliputi aturan pemilu parlemen dan presiden yang baru.

Konstitusi sebelumnya yang disusun oleh pemerintahan presiden terguling Mohammed Morsi telah ditangguhkan.

Gerakan Ikhwanul Muslimin telah menentang pembahasan konstitusi baru tersebut.

Ribuan orang pendukung Morsi berlanjut menggelar protes melawan penggulingan tokoh Ikhwanul Muslimin itu di Kairo.

Para demonstran yang sebagian besar anggota Ikhwanul Muslimin melakukan demonstrasi pada Jumat (19/07) disejumlah lokasi di Mesir. Mereka marah atas tindakan militer yang menggulingkan Morsi dari jabatannya pada 3 Juli lalu.

Ikhwanul Muslimin juga menolak pemerintahan baru yang didukung oleh militer.

Meski demikian, Perdana Menteri interim Hazem el-Beblawi dalam wawancara televisi pertamanya Sabtu (20/07), mengatakan dia berharap setiap orang dapat terlibat dalam dialog nasional.

"Kami tidak dapat membuat sebuah konstitusi jika negara terpecah. Kita harus kembali dalam harmoni,"kata dia.

Profesor dan hakim

Image caption Raja Abdullah menjadi pemimpin Arab pertama yang bertemu dengan pemerintah sementara Mesir.

Konstitusi yang didukung oleh Morsi disetujui melalui sebuah referendum yang kontroversial, Desember 2012 lalu, dan merupakan kebijakan yang paling banyak memicu perdebatan selama masa pemerintahannya.

Para penentangnya mengatakan konstitusi tersebut terlalu banyak mengandung konten Islamis, dan memberikan Morsi kekuasaan yang tak terbatas dan gagal melindungi kebebasan berekspresi dan agama.

Presiden sementara mengeluarkan dektrit pada Sabtu (20/07) dimana sebuah komite yang terdiri dari empat profesor universitas dan enam hakim, akan membahas konstitusi. Sementara dalam Komite kedua salah satu dari lima anggotanya akan diisi oleh anak-anak muda yang terlibat dalam gerakan revolusi Mesir dan unsur perempuan.

Mereka akan mengkaji berbagai usulan sebelum amandeman konstitusi diputuskan dalam sebuah referendum. Rencana ini kemudian akan diikuti pemungutan suara di Parlemen.

Ikhwanul Muslimin menolak seruan rekonsiliasi dan menolak menyusunan kembali rancangan konstitusi.

Sedikitnya 60 orang tewas dalam kekerasan sejak Morsi digulingkan. Pada Jumat (19/07) tiga perempuan tewas dan beberapa orang terluka ketika pendukung Morsi diserang di Delta Nil di Kota Mansura.

Dalam perkembangan terpisah, Raja Yordania, Abdullah menjadi pemimpim Arab pertama yang mengunjungi Mesir sejak turunnya pemerintahan yang dipimpin oleh kelompok Islamis.

Sabtu (20/07) lalu, Raja Abdullah bertemu dengan presiden sementara setempat dan memberikan dukungan kepada "pilihan nasional Mesir", seperti disampaikan dalam pernyataannya.

Berita terkait