Kedubes AS ditutup karena 'ancaman keamanan'

Marie Harf
Image caption Juru Bicara Kemenlu AS, Marie Harf mengatakan selain ancaman kedubes negara itu kerap jadi sasaran unjuk rasa.

AS akan menutup sejumlah kedutaan besar dan konsulat, terutama di negara-negara Timur Tengah, pada hari Minggu menyusul adanya ancaman.

Pernyataan itu diumumkan oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri AS, Marie Harf pada hari Kamis (01/08).

Kebijakan itu berlaku pada kedutaan atau konsulat yang biasanya beroperasi pada hari Minggu.

Sementara itu, juru bicara Kedubes AS di Jakarta, Troy Pederson mengatakan kepada BBC Indonesia bahwa operasional kantor di Jakarta tetap seperti biasa.

Di sebagian negara Muslim, Minggu adalah hari kerja. Di belahan dunia lain, kantor-kantor diplomatik AS tutup di akhir pekan.

Tahun lalu pada 11 September, konsulat AS di Benghazi, Libia, diserang, dan menewaskan empat orang warga AS.

Sasaran Demonstrasi

Kedutaan besar lain biasanya menjadi sasaran demonstrasi.

"Kami telah memerintahkan semua kedutaan besar dan konsulat AS yang biasa buka di hari Minggu untuk menghentikan semua kegiatan, terutama pada 4 Agustus," Kata seorang pejabat senior Deplu AS pada BBC.

"Kami kemungkinan akan mengumumkan hari libur tambahan."

Menurut pejabat itu, Deplu telah "mendapat informasi" yang mengindikasikan perlunya "langkah-langkah pencegahan....dan banyak tindakan pengamanan."

CBS News melaporkan bahwa kedutaan dan konsulat yang terdampak terletak di Bahrain, Israel, Yordania, Kuwait, Libia, Oman, Qatar, Arab Saudi dan Afghanistan.

Tahun lalu, serangan terhadap konsulat AS di Benghazi menewaskan Dubes AS Christopher Stevens dan tiga staf konsulat.

Berita terkait