AS mengenang korban serangan 9/11

911
Image caption Seorang perempuan menyentuh plat dengan nama-nama korban di New York.

Amerika Serikat mengenang korban serangan 11 September dalam berbagai peringatan 12 tahun peristiwa itu.

Serangan 11 September 2001 menewaskan hampir 3.000 orang di New York, Washington DC dan Pennsylvania.

Lebih dari 1.000 orang berkumpul pada Rabu (11/09) di tugu peringatan National September 11 di Kota New York City. Seperti peringatan tahun lalu, mereka membaca nama-nama yang tewas pada serangan 2001 dan 1993 di gedung tersebut.

"Kepada keponakanku, Michael Joseph Mullin, kami merindukanmu dan mengingatmu tiap hari," kata salah satu dari 250 people yang terpilih untuk membacakan nama, banyak dari mereka merupakan anggota keluarga dari korban.

"Kamu pergi, tetapi tidak dilupakan," perempuan lain berbicara untuk sepupunya yang juga tewas.

Pembacaan nama disela beberapa momen hening, termasuk pada pukul 08.46 waktu setempat, ketika pesawat pernama menabrak Tower Utara; ketika pesawat kedua menghantam Tower Selatan; ketika tiap gedung runtuh; dan ketika pesawat ketiga dan keempat jatuh di Pentagon dan lapangan di luar Shanksville.

Image caption Presiden Barack Obama dan wakilnya Joe Biden memperingati tragedi di Gedung Putih.

Peringatan juga berlangsung di luar Shanksville, Pennsylvania, mengenang penumpang dan kru pesawat United Flight 93. Mereka bergumul dengan pembajak di pesawat dan mencegahnya untuk menabrak target, yang dipercaya adalah Gedung Putih atau gedung US Capitol.

Semua penumpang yang berjumlah 33 orang dan tujuh kru pesawat tewas setelah pesawat menghantam tanah di 120 kilometer sebelah tenggara Pittsburgh.

"Walau sudah bertahun-tahun berlalu, [peringatan] ini akan datang tiap tahun, dan akan selalu sama," kata Karen Hinson, yang kehilangan saudara laki-lakinya, Michael Wittenstein, di New York, kepada Associated Press. Jenazahnya tidak pernah ditemukan.

Sementara itu, Presiden Barack Obama menghadiri acara peringatan di luar Pentagon, tetapi tidak ada pidato direncanakan.

Peristiwa ini berujung pada perang berkelanjutan di Afghanistan dan membuat pemerintah melakukan ekspansi atas kekuatan pengawasan mereka, yang kini menjadi pemicu perdebatan.

Kontraktor sementara ini tengah menyelesaikan pembangunan menara baru One World Trade Center dan sebuah museum yang didedikasikan untuk tragedi tersebut.

One World Trade Center menjadi bangunan tertinggi di belahan bumi Barat, puncak menara hingga 541 meter.

Berita terkait