Bom dengan sasaran petugas polio di Pakistan

pakistan, polio, bom
Image caption Petugas gegana memeriksa tempat ledakan di Budh Bher.

Dua orang, termasuk seorang polisi, tewas akibat bom dengan sasaran kampanye polio di Pakistan, menurut keterangan polisi.

Ledakan bom menghantam satu mobil di dekat rumah sakit di daerah Budh Bher di barat laut Pesahwar.

Polisi sebelumnya menyebutkan korban ledakan enam orang, namun jumlah itu kemudian dikoreksi polisi.

Pakistan adalah satu dari tiga negara di dunia -selain Nigeria dan Afghanistan- yang masih mengalami wabah polio karena penentangan kelompok militan atas vaksinasi penyakit tersebut.

Kelompok militan menyerang dan menewaskan para petugas kesehatan serta melarang tim vaksinasi memasuki sejumlah daerah.

Februari lalu, seorang polisi juga menjadi korban dalam serangan terhadap para petugas vaksinasi.

Akibatnya, ratusan ribu anak-anak tidak mendapatkan vaksinasi polio.

Vaksinasi palsu AS

Dua korban akibat serangan bom ini adalah perwira polisi dan seorang anggota komite perdamaian.

Mereka tengah mengendarai mobil sebagai bagian dari kampanye antipolisi, kata para pejabat polisi.

Mereka bertugas mendampingi para petugas kesehatan yang akan melakukan vaksinasi.

Salah seorang di antara mereka, Rasheed Khan, mengatakan kepada kantor berita Reuters, "Saya bersama tim polio. Begitu kami sampai di depan rumah sakit...terjadi ledakan di depan gerbang."

"Tim kami terdiri dari 12 atau 13 orang," tambah Khan.

Bom disebutkan diledakkan dengan menggunakan pengendali jarak jauh. Beberapa orang dilaporkan terluka.

Upaya vaksinasi palsu yang dijalankan secara rahasia oleh badan intelijen Amerika, CIA, berhasil mendeteksi tempat kediaman pemimpin al-Qaida Osama Bin Laden pada 2011.

Osama kemudian tewas dalam operasi yang dilakukan oleh kelompok elit Angkatan Laut AS, Seals.

Berita terkait