Militan Suriah dituduh bunuh puluhan tawanan

Suasana di kota Aleppo
Image caption Jalan-jalan di kota Aleppo lengang pada Selasa, 7 Januari 2013.

Para aktivis di kota Aleppo, Suriah utara, mengatakan militan yang mempunyai kaitan dengan al-Qaida membunuh sedikitnya 50 tawanan.

Kelompok militan yang dikenal dengan nama ISIS itu diyakini menahan lebih dari 2.000 orang di sejumlah markas militer mereka di Aleppo.

Di antara mereka yang dibunuh adalah tenaga medis, wartawan setempat dan anggota kelompok-kelompok pemberontak lain, tetapi dugaan ini belum bisa dikukuhkan kebenarannya secara independen.

Pembunuhan dilaporkan terjadi di sebuah rumah sakit yang dijadikan pangkalan militer oleh ISIS.

Wartawan BBC bahasa Arab, Ahmed Maher, melaporkan kelompok militan yang juga beroperasi di Irak tersebut sebelumnya mengancam akan membunuh para tawanan bila serangan oleh aliansi kelompok-kelompok pemberontak lain tidak dihentikan.

Serangan oleh aliansi kelompok pemberontak lain di Aleppo dimulai Kamis pekan lalu dan menelan banyak korban dari pihak ISIS.

Aliansi kelompok pemberontak lain mengatakan serangan dilandasi kemarahan warga di kawasan-kawasan yang dikuasai oleh ISIS terkait penerapan syariah Islam yang amat ketat.

Selain itu, lapor Ahmed Maher, serangan juga didorong oleh penyanderaan sejumlah wartawan dan penyiksaan brutal terhadap tawanan.

Namun beberapa pengamat mengatakan konflik antara kelompok pemberontak berkaitan dengan perebutan kekuasaan antara semua faksi Islam.

Berita terkait