Militer Mesir bantah laporan Sisi calonkan presiden

Poster al-Sisi
Keterangan gambar,

Berbagai poster Jenderal Besar al-Sisi menghiasi kota Kairo.

Militer Mesir membantah laporan surat kabar Kuwait yang menyebutkan Panglima Angkatan Bersenjata Mesir Jenderal Besar Abdel Fattah al-Sisi akan mencalonkan diri sebagai presiden.

Dalam pernyataan resmi yang diterbitkan Kamis (06/02), seorang juru bicara militer Ahmed Ali mengatakan laporan surat kabar al-Siyassah tidak tepat dan menyalahtafsirkan kata-kata Jenderal Besar al-Sisi.

Surat kabar Kuwait mengutip Jenderal Besar Sisi yang mengatakan ia tidak "dapat menolak permintaan" rakyat bahwa ia harus mencalonkan diri.

"Apa yang diterbitkan oleh surat kabar Kuwait al-Siyassah hanya asumsi jurnalistik semata bukan pernyataan langsung Jenderal Besar Sisi."

"Laporan menyampaikan ekspresi dan kata-kata tidak tepat khususnya setelah disebarluaskan di berbagai media yang berbeda-beda," pernyataan resmi juru bicara militer.

Dalam pernyataan yang sama, militer menegaskan bahwa "keputusan mencalonkan diri sebagai presiden merupakan keputusan pribadi dan ia akan mengumumkannya sendiri di depan rakyat Mesir, bukan di hadapan orang lain".

"Ini akan dilakukan melalui pernyataan jelas dan langsung yang tidak diragukan atau disalahartikan," tambah pernyataan juru bicara militer Mesir.

Keterangan gambar,

Dewan Militer Mesir telah merestui Sisi mencalonkan diri sebagai presiden.

Jenderal Besar Sisi, 59, diangkat sebagai Panglima Angkatan Bersenjata dan menteri Pertahanan oleh Presiden Mohammed Morsi pada Agustus 2012.

Namun ia diyakini sebagai sosok yang berada di balik penggulingan Morsi dari kursi presiden tahun lalu.

Akhir bulan lalu Dewan Militer Mesir memberikan lampu hijau kepada Jenderal Besar Abdel Fattah al-Sisi untuk mencalonkan diri sebagai presiden.

Pada hari yang sama pangkatnya dinaikkan dari jenderal menjadi jenderal besar.

Berdasarkan konstitusi baru, pemilihan presiden harus diadakan pada pertengahan April.