AS dan Eropa bekukan aset Rusia dan Ukraina

Obama Hak atas foto getty images
Image caption Sejumlah pejabat Rusia dan Ukraina dikenai sanksi keuangan dan perjalanan

Presiden Amerika Serikat, Barack Obama. mengatakan pemerintahannya "siap menerapkan sanksi lanjutan" terkait dengan peran Rusia di Ukraina.

Dalam sebuah konperensi pers, Obama mengatakan "tidak ada gunanya kecuali semakin mengasingkan Rusia dan merusak posisinya di dunia" jika Moskow terus melakukan campur tangan di Ukraina.

Amerika Serikat dan Uni Eropa juga mengumumkan larangan perjalanan dan pembekuan aset terhadap sejumlah pejabat Rusia dan Ukraina.

EU mengumumkan sanksi terhadap 21 pejabat setelah para menteri luar negeri bertemu di Brussels, Belgia.

Sementara AS menjatuhkan sanksi keuangan terhadap tujuh pejabat tinggi dan anggota parlemen Rusia serta empat pemimpin separatis Krimea karena dipandang merusak 'proses demokrasi dan lembaga di Ukraina'.

Gabung dengan Rusia

Tindakan ini diambil setelah dalam referendum hari Minggu di Krimea, 97% pemilih mendukung pemisahan diri dari Ukraina dan bergabung dengan Rusia.

Hak atas foto afp
Image caption Pendukung Rusia di daerah Donetsk di bagian tenggara juga turun ke jalan

Sejumlah orang yang dikenakan sanksi dipandang memainkan peran penting dalam referendum yang dianggap AS dan EU suatu pelanggaran hukum.

Tentara pendukung Rusia menguasai Krimea sejak akhir bulan Februari.

Moskow mengatakan pasukan tersebut mendukung Rusia dan bukan dibawah pengawasan langsung pihaknya.

Krisis ini terjadi setelah presiden Ukraina pendukung Moskow Viktor Yanukovich digulingkan tanggal 22 Februari.

Aksi ini memicu unjuk rasa di jalan selama berbulan bulan dengan menolak kesepakatan perdagangan EU dan mendukung kedekatan hubungan dengan Moskow.

Berita terkait