Dugaan serangan bom di ibukota Nigeria

Tentara Nigeria Hak atas foto AFP
Image caption Tentara Nigeria melancarkan operasi atas Boko Haram di bagian timur laut negara itu.

Dua ledakan menghantam sebuah stasius bus yang sibuk di pinggiran ibukota Nigeria, Abuja, dan laporan-laporan menyebutkan jatuh sejumlah besar korban jiwa.

Serangan tersebut terjadi ketika para warga di stasiun bus Nyanya sedang bersiap-siap naik bus dan taksi untuk berangkat kerja ke Abuja.

Sejumlah saksi mata mengatakan banyak jenazah tergeletak di sekitar tempat ledakan, seperti dilaporkan wartawan BBC, Haruna Tangaza.

Kedua ledakan menyebabkan lobang sedalam sektiar 1,2 meter di tempat kejadian, sekitar 16km dari pusat kota Abuja.

Sedikitnya 30 kendaraan bermotor terbakar dan menyebabkan ledakan-ledakan kecil karena tanki bensinnya terbakar.

Para wartawan lokal memperkirakan serangan kemungkinan dilancarkan kelompok militan Islam Boko Haram, yang selama beberapa waktu belakangan melancarkan aksi kekerasan.

Sepanjang tahun lalu saja, aksi Boko Haram sudah menewaskan seklitar 1.500 warga sipil di kawasan kawasan timur laut Nigeria, tempat pasukan pemerintah melancarkan operasi melawan Boko Haram.

Kelompol Boko Haram yang berdiri tahun 2002 memperjuangkan berdirinya negara Islam di Nigeria.

Ibukota Abuja bukan pertama kalinya menjadi serangan kekerasan Boko Haram, termasuk serangan atas gedung PBB pada tahun 2011..

Dalam dugaan serangan di stasiun bus, Senin 14 April, seorang saksi mata Badamsi Nyanya melihat sekitar 40 jenazah sudah dievakuasi.

Tim penyelamat sudah berada di tempat kejadian namun belum ada penjelasan resmi tentang jumlah korban jiwa maupun yang cedera.

Berita terkait