Serangan meriam tewaskan 12 orang di Damaskus

Damaskus Hak atas foto Reuters
Image caption Ibukota Damaskus sering menjadi sasaran serangan kelompok pemberontak.

Sedikitnya 12 orang tewas dan 50 lainnya cedera dalam serangan meriam di sebuah institut teknologi di pusat ibukota Damaskus, seperti dilaporkan media pemerintah Suriah.

Kantor berita Sana mengutip polisi yang mengatakan empat tembakan meriam diarahkan ke kawasan pemukiman Syiah di kota tersebut. Dua di antaranya menghantam Institut Teknologi Badr al-Din al-Hussein.

Serangan ini terjadi sehari setelah Presiden Bashar al-Assad secara resmi mendaftarkan diri sebagai calon untuk pemilihan presiden yang akan berlangsung pada 3 Juni mendatang.

Walau belum ada pernyataan dari kelompok pemberontak, ibukota Damaskus bukan pertama kali menjadi sasaran serangan meraka.

PBB dan negara-negara Barat mengecam pemilihan presiden di tengah-tengah berlanjutnya kekerasan di negara itu antara pasukan pemerintah dan kelompok perlawanan.

Pemerintah Suriah dan media propemerintah sering menggunakan istilah "teroris" untuk pihak-pihak yang ingin menggulingkan Presiden al-Assad.

Konflik selama tiga tahun lebih di negara ini sudah menewaskan lebih dari 100.000 orang dan dua juta warga mengungsi ke negara-negara tetangga dan sekitar enam juta lebih menjadi pengungsi di dalam negeri.

Tujuh organisasi kemanusiaan -seperti Amnesty International, Human Rights Watch, dan Oxfam- menyebut krisis kemanusiaan di Suriah sebagai yang terbesar sepanjang masa.

Berita terkait