Aksi solidaritas Gaza tewaskan warga Palestina

gaza
Image caption Belasan orang tewas saat Israel menyerang sekolah PBB di Gaza, Kamis (24/07)

Sedikitnya dua orang warga Palestina terbunuh di Tepi Barat dalam protes menentang kampanye militer Israel di Gaza, kata sejumlah pejabat.

Sedikitnya 10.000 orang demonstran berjalan kaki dari Ramallah menuju Yerusalem Timur, dimana mereka dihadang oleh pasukan Israel.

Sekitar 200 orang demonstran terluka.

Sementara itu angka kematian di Gaza meningkat dengan 800 orang warga Palestina dan 33 orang warga Israel sejak 8 Juli.

Militer Israel memastikan bahwa pasukannya menggunakan "alat-alat untuk membubarkan huru hara" setelah para demonstran di Tepi Barat melemparkan batu dan menghadang jalan dengan ban yang dibakar.

Israel pertama kali melakukan serangan militer ke Gaza pada 8 Juli dengan tujuan menghentikan Hamas menembakkan roket ke Israel.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pada hari Kamis ia menyesali setiap kematian warga Palestina, tetapi mengatakan mereka adalah "tanggung jawab Hamas."

'Hari amarah'

Hak atas foto AP
Image caption Ratusan orang Palestina terluka dalam bentrok dengan polisi Israel

Aksi protes di Tepi Barat diserukan oleh gerakan Fatah pimpinan Presiden Palestina Mahmoud Abbas.

Para pemimpin Palestina di Tepi Barat menyerukan hari Jumat sebagai hari amarah.

Protes juga dilaporkan terjadi di Yerusalem pada Kamis malam, setelah polisi Israel mencegah kaum pria dibawah usia 50 tahun mengunjungi masjid al-Aqsa.

Sedikitnya 20 orang demonstran ditangkap setelah mereka melempar batu ke arah polisi, kata polisi Israel.

Media Israel menyebut protes di Tepi Barat sebagai yang t erbesar sejak gerakan protes 2000-2005 Palestina, yang juga dikenal sebagai Intifadah Kedua.

Berita terkait