Pengadilan pembunuhan sekte Cina dimulai

cina Hak atas foto yantai
Image caption Cina telah menahan ratusan anggota sekte Gereja Tuhan Maha Kuasa.

Pengadilan anggota sebuah sekte di Cina yang memukul mati seorang wanita di restoran cepat saji McDonald telah dimulai di kota Yantai di Provinsi Shandong.

Wu Shuoyan, wanita berusia 37 tahun, diduga dibunuh Mei lalu hanya karena menolak memberikan nomor telepon ke anggota sekte.

Pembunuhan yang terlihat dalam rekaman CCTV dan telepon genggam tersebut memicu kemarahan.

Sekte Gereja Tuhan Maha Kuasa dilarang di Cina tetapi mengaku memiliki jutaan anggota.

Setelah pembunuhan bulan Mei, pemerintah Cina menyatakan telah menahan ratusan anggota sekte, lapor wartawan BBC di Beijing, Martin Patience.

Saat diwawancara di penjara, salah satu terdakwa, Zhang Lidong, tidak menunjukkan penyesalan.

Dia mengatakan, "Saya memukulnya sekeras-kerasnya dan juga menginjak-injaknya. Dia adalah setan. Kami harus menghancurkannya."

Kelompok itu memasuki cabang McDonald's di Zhaoyuan, Provinsi Shandong bulan Mei lalu untuk memperoleh nomor telepon dengan harapan mendapatkan anggota baru.

Wu sedang menunggu di restoran tersebut dengan anak laki-lakinya yang berumur tujuh tahun dan menolak memberikan nomor teleponnya.

Tindakannya ini memicu pemukulan. Anggota sekte meneriaki para pengunjung lain untuk tidak melibatkan diri jika tidak ingin mengalami nasib yang sama.

Berita terkait