Polisi Israel menggerebek jaringan 'pelacuran'

tepi barat Hak atas foto Reuters
Image caption Poisi mengatakan para korban dicuci otaknya dan dibuat tergantung pada alkohol dan obat bius.

Laporan-laporan dari dari Israel menyebutkan sebuah jaringan 'pelacuran' tempat wanita Yahudi diduga dipaksa berhubungan seksual dengan pria bukan Yahudi oleh sekte juru selamat.

Dua pria dan dua wanita ditangkap karena diduga terlibat dalam jaringan itu.

Polisi mengatakan para korban dicuci otak sehingga meyakini berhubungan seksual dengan warga bukan Yahudi akan 'menyelamatkan warga Yahudi dan membawa pengampunan'.

Mereka juga dibuat tergantung pada alkohol dan obat bius, serta berhubungan seksual dalam keadaan tidak sadar, kata polisi.

Pimpinan penyelidikan polisi, Arik Mordechai, mengatakan kepada koran Haaretz bahwa sekitar 15 wanita direkrut dan sebagian dari mereka diduga di bawah umur.

'Pelanggan' mereka yang memberikan uang untuk hubugan seks itu, seperti laporan media- termasuk warga Palestina dari Tepi Barat maupun pekerja asing dari Tel Aviv.

Empat orang yang diduga terlibat adalah pria berumur 60 tahun dan wanita 40 tahun dari pemukiman Tepi Barat Kiryat Arba, serta seorang pria beumur 47 tahun dari kota Ashkelon dan wanita berusia 39 tahun dari Jerusalem.

Sampai sejauh ini nama mereka belum diumumkan.

Penangkapan ini adalah hasil dari penyelidikan rahasia selama empat bulan yang dipicu sejumlah laporan tentang sekte juru selamat yang menyalahgunakan anggota wanitanya.

Selama investigasi dilakukan, polisi menemukan kegiatan ini dilakukan secara aktif di Israel.

Berita terkait