Isyarat Iran untuk kesepakatan nuklir

Presiden Hassan Rouhani Hak atas foto Reuters
Image caption Rouhani tidak berencana bertemu Obama selama berada di New York.

Presiden Iran, Hassan Rouhani, mengatakan mencapai kesepatan nuklir dengan negara-negara Barat akan membuka kemungkinan kerja sama di bidang-bidang lain.

Dia mengatakan hal tersebut di New York, Selasa 23 September, menjelang Sidang Majelis Umum PBB.

"Tidak diragukan lagi, mencapai kesepakatan nuklir akan memperluas kerja sama, dan kita bisa bekerja sama dalam berbagai bidang, termasuk memulihkan perdamaian di kawasan dan memerangi terorisme," tuturnya kepada para wartawan.

Presiden Rouhani juga menegaskan bahwa selama dia berada di New York, tidak ada rencana untuk bertemu dengan Presiden Barack Obama.

Bulan September lalu, keduanya melakukan pembicaraan telepon terkait persoalan penanganan program nuklir.

Pemerintah Teheran dan enam kekuatan Barat memiliki batas waktu hingga 24 November untuk menandatangani kesepakan jangka panjang yang akan mengakhiri sanksi dunia atas Iran sebagai imbalan untuk membatasi program pengayaan nuklirnya.

Para pejabat tinggi Kementrian Luar Negeri dari Amerika Serikat, Inggris, Cina, Prancis, Jerman, Rusia dan Iran direncanakan akan bertemu pekan ini di New York.

Namun sumber-sumber yang mengikuti perundingan itu mengatakan masih ada perbedaan yang signifikan menyangkut beberapa masalah.

Negara-negara Barat curiga Iran sedang mengembangkan senjata nuklir, yang berulang kali dibantah oleh pemerintah Teheran.

Berita terkait