Pejihad Aljazair membunuh wisatawan Prancis

Herve Gourdel Hak atas foto AFP
Image caption Herve Gourdel diculik oleh Jund al-Khilafa pada hari Minggu 21 September.

Prancis mengukuhkan bahwa kelompok jihad di Aljazair yang terkait militan Negara Islam atau ISIS, sudah memancung wisatawan asal Prancis, Herve Gourdel.

Pria berusia 55 tahun itu diculik oleh Jund al-Khilafa pada hari Minggu dan dibunuh karena batas waktu bagi Prancis untuk menghentukan serangan udara atas ISIS di Irak sudah lewat.

Presiden Prancis, Francois Hollande, mengutuk pembunuhan itu sebagai tindakan 'keji dan pengecut'.

Dia menambahkan serangan udara Prancis atas sasaran-sasaran ISIS di Irak yang dimulai pekan lalu, akan terus dilanjutkan.

Jund al-Khilafa sudah menerbitkan video pembunuhan atas Gourdel dengan judul yang 'Pesan berdarah untuk pemerintah Prancis'.

Sejak bulan Agustus, ISIS sudah memenggal tiga sandera dari negara-negara Barat, yaitu dua wartawan Amerika Serikat, James Foley dan Steven Sotloff, serta pekerja sosial asal Inggris, David Haines.

Pembunuhan atas ketiganya direkam dan videonya ditayangkan di internet.

Hak atas foto Reuters
Image caption Herve Gourdel merupakan sandera keempat yang dibunuh militan Islam sejak Agustus.

ISIS juga mengancam akan membunuh Alan Henning, seorang supir taksi dari Inggris, yang diculik ketika sedang dalam misis bantuan ke Suriah pada Desember tahun lalu.

Jund al-Khilafa yang artinya Tentara Kekhalifahan menyatakan persekutuannya dengan ISIS pada tanggal 14 September lalu.

Berita terkait