AS khawatirkan langkah Israel bangun rumah di Jerusalem Timur

Jerusalem Timur Hak atas foto AFP
Image caption Pemerintah Israel ingin membangun 200 rumah baru bagi warga Yahudi di Jerusalem Timur.

Pemerintah Amerika Serikat mengatakan khawatir dengan rencana Israel memperluas permukiman Yahudi di kawasan pendudukan Jerusalem Timur.

"Kami sangat khawatir dengan keputusan tersebut setelah mencermati situasi tegang di Jerusalem," kata Jen Psaki, juru bicara Gedung Putih di Washington, hari Rabu (12/11).

"Langkah itu juga tidak sejalan dengan keinginan pemerintah Israel untuk mewujudkan solusi dua negara," tambah Psaki.

Sebelumnya, satu komite pemerintah Israel memberikan persetujuan awal pembangunan 200 rumah bagi warga Yahudi di Jerusalem Timur.

Keputusan ini dikeluarkan di tengah meningkatnya kekerasan dan kerusuhan di kawasan.

Sengketa terkait akses ke tempat suci bagi umat Islam dan Yahudi di Jerusalem memicu ketegangan baru antara Israel dan Palestina.

Bentrok di dalam wilayah Israel dan di Tepi Barat sudah berlangsung dalam beberapa hari ini.

Pemimpin Palestina yang mendekam di penjara Israel, Marwan Barghouti, sekarang dipisahkan dari tahanan-tahanan lain setelah mendesak Palestina untuk mempertimbangkan opsi melancarkan perlawanan bersenjata melawan Israel.

Berita terkait