Polisi ditangkap terkait pemukulan aktivis Hong Kong

Hong Kong protester Hak atas foto Reuters
Image caption Seorang pengunjuk rasa membawa poster bergambar Ken Tsang.

Lebih dari tujuh petugas polisi Hong Kong ditangkap sehubungan pemukulan terhadap pengunjuk rasa prodemokrasi.

Sebuah pernyataan polisi menyebutkan, mereka ditahan atas tuduhan "serangan yang mengakibatkan penderitaan jasmani yang serius".

Peristiwa itu terjadi pada 15 Oktober di tengah bentrokan yang meletus saat polisi berusaha membersihkan sebuah kawasan.

Pengunjuk rasa dari Civic Party, Ken Tsang tampak dalam rekaman video, digiring dengan tangan diborgol, dan dipukuli selama beberapa menit.

Hak atas foto Reuters
Image caption Pengunjuk rasa mengacungkan gambar polisi terduga pelaku penganiayaan.

Pengacara Tsang mengatakan bahwa pemukulan terus berlanjut bahkan setelah ia dibawa ke kantor polisi.

Jaringan TV lokal TVB kemudian menayangkan rekaman penyerangan itu.

Pihak berwenang segera bertindak dengan menskors petugas-petugas itu, dan melakukan penyelidikan, beberapa saat setelah klip ditayangkan.

Hak atas foto AFP
Image caption Gambar-gambar Ken Tsang yang diduga dianiaya polisi, dipampang di berbagai tempat.

Hari Rabu (26/11), juru bicara polisi mengatakan mereka tidak menunda-nunda penyelidikan kasus ini, dan bahwa Tsang telah berjanji untuk muncul untuk mengidentifikasi penyerang, namun tidak datang.

Polisi juga menolak berbagai kecaman dan berdalih bahwa penyelidikan mereka telah secara konsisten mengikuti prosedur pengaduan menyangkut petugas polisi.

Hak atas foto AFP
Image caption Para pengunjuk rasa terus berusaha menghalangi polisi yang hendak membersihkan kawasan.

"Jika ada petugas yang diduga melakukan tindakan ilegal, polisi akan menyelidiki tanpa berpihak dan tidak pilih kasih," kata juru bicara itu.

Polisi menggunakan semprotan merica dan pentungan pada 15 Oktober untuk mengusir pengunjuk rasa dari Lung Wo Road, menangkap 45 orang yang melawan pengusiran itu.

Dalam kejadian terpisah, polisi juga menangkap tokoh mahasiswa Joshua Tan.

Berita terkait