Kuba dan Amerika Serikat akan normalisasi hubungan

obama dan raul castro Hak atas foto Reuters
Image caption Presiden AS Barack Obama dan pemimpin Kuba Raul Castro bersalaman saat upacara pemakaman Nelson Mandela

Kuba dan Amerika Serikat akan memulai proses untuk menormalisasi hubungan diplomatik dalam sebuah perubahan dramatis dalam hubungan antara kedua negara.

Pejabat AS mengatakan kepada media, Amerika sedang berusaha membuka kedutaan besar di Havana dalam bulan-bulan mendatang.

Langkah ini merupakan bagian dari kesepakatan yang antara lain berwujud pembebasan warga AS, Alan Gross, oleh Kuba dan pembebasan tiga waga Kuba yang dipenjara di Florida untuk perkara mata-mata.

Presiden Barack Obama akan memberi pernyataan khusus tentang hal ini.

Alan Gross, 65, telah menjalani lima tahun hidupnya di belakang terali besi setelah mendapat tuduhan perkara subversi, karena mencoba membawa layanan internet ke Kuba.

Ia dibebaskan dengan dasar kemanusiaan, dan sudah meninggalkan Kuba dengan pesawat pemerintah AS.

Penangkapan dan penahanannya telah mengganggu upaya pencairan hubungan diplomatik kedua negara.

Sementara tiga warga Kuba yang dibebaskan merupakan bagian dari apa yang disebut Cuban Five atau Lima Warga Kuba, yang didakwa untuk kasus mata-mata, menyusul penangkapan pada 2 September tahun 1998.

Jaksa menyebut kelimanya berusaha menyusupi pangkalan militer AS dan memata-matai para pengungsi Kuba di FLorida.

Selain tiga orang yang baru dilepaskan, dua orang lain sudah diizinkan kembali ke Kuba setelah menyelesaikan masa hukuman pada tahun 2011 dan awal 2014.

Berita terkait