Raul Castro desak AS cabut embargo

Hak atas foto Reuters
Image caption Raul Castro mengklaim embargo ekonomi telah menyebabkan kerusakan ekonomi yang besar.

Presiden Kuba Raul Castro mendesak Amerika Serikat untuk mengakhiri embargo perdagangan setelah kedua negara memulai proses normalisasi diplomatik dan ekonomi.

Dalam pidato yang disiarkan ke seluruh negeri, Castro mengatakan embargo yang diterapkan AS selama lima dekade telah menyebabkan kerusakan ekonomi dan manusia yang besar.

Meski demikian, pencabutan embargo tidak begitu saja bisa dilakukan mengingat wewenang terletak pada Kongres AS. Masalahnya, sebagaimana dilaporkan koresponden BBC di Washington DC, parlemen kini dikuasai Partai Republik yang menolak pencabutan tersebut.

Berdasarkan data Kementerian Luar Negeri Kuba, biaya yang dikeluarkan negara itu sejak embargo diterapkan pada era 1960-an mencapai US$1,3 triliun.

Perdagangan

Hak atas foto AP
Image caption Kementerian Luar Negeri Kuba mengklaim embargo membuat pemerintah harus menanggung US$1,3 triliun.

Sikap lunak pernah diperlihatkan saat Bill Clinton menjabat presiden, pada 2000. Kala itu, AS meringankan langkah embargo sehingga agribisnis AS dapat mengekspor makanan dan produk tertentu ke Kuba dalam jumlah terbatas.

Sejak 2000 hingga 2013, ekspor itu mencapai US$5 miliar. Tahun ini, ekspor komoditas yang sama diperkirakan sampai US$300 juta.

“Saat ini Kuba mengimpor 60%-65% makanan mereka. Jumlah ini sangat banyak mengingat potensi pertanian Kuba sangat besar,” kata Profesor Universitas Florida, William A Messina.

Sektor lain yang menjanjikan apabila AS mencabut embargo terhadap Kuba ialah pariwisata. Tahun lalu saja, sekitar 170 ribu orang mengunjungi Kuba.

Hak atas foto Reuters
Image caption Pengumuman proses normalisasi AS-Kuba mendapat sambutan meriah dari warga Kuba.

“Pariwisata dan layanan lainnya yang melibatkan perusahaan negara dan perusahaan gabungan negara-swasta, begitu pula dengan usaha kecil dan menengah yang dimiliki warga Kuba, dapat menguntungkan dalam waktu singkat,” kata Eric Hershberg, direktur Pusat Kajian Amerika Latin di Universitas Amerika, Havana, Kuba, kepada BBC.

Tahanan

Langkah untuk memulai pembicaraan guna memulihkan hubungan tersebut ditempuh setelah pembebasan kontraktor AS, Alan Gross, dan tiga warga Kuba yang ditahan di Amerika Serikat.

Alan Gross yang berusia 65 tahun ditahan selama lima tahun di Kuba karena mencoba membuka layanan internet, yang dilarang di sana

Upaya pemulihan hubungan ini diumumkan lebih dari setahun setelah perundingan resmi di Kanada dan di Vatikan, yang melibatkan langsung Paus Fransiskus.

Berita terkait