Bentrokan pecah setelah warga kulit hitam di St Louis ditembak

St Louis
Keterangan gambar,

Sekitar 100 orang menggelar runjuk rasa di tempat penembakan di St Louis.

Polisi di Amerika Serikat bentrok dengan para pengunjuk rasa setelah seorang warga kulit hitam tewas ditembak oleh polisi di St Louis.

Lokasi insiden terbaru ini tidak jauh dari penembakan warga kulit hitam Michael Brown pada bulan Agustus, yang kemudian memicu protes nasional karena p engadilan memutuskan tidak mendakawa polisi kulit putih yang menembaknya.

Sekitar 100 orang berkumpul di tempat penembakan di St Louis pada Rabu, 24 Desember, waktu setempat.

Laporan-laporan menyebutkan polisi berupaya membubarkan para pengunjuk rasa dengan melepas tembakan ke udara.

Seorang reporter St Louis TV, Laura Hettiger, mengatakan kepada BBC bahwa dia menyaksikan beberapa orang berupaya menjarah stasiun pompa bensin.

Keterangan gambar,

Polisi dilaporkan melepas tembakan ke udara untuk membubarkan pengunjuk rasa.

Keterangan gambar,

Beberapa pengunjuk rasa menjarah stasiun pompa bensin.

Media setempat menyebutkan korban adalah Antonio Martin yang berusia 18 tahun, seperti yang disampaikan oleh ibunya.

Kepolisian St Louis mengatakan polisi menembak Martin karena dia sudah mengambil pistol dan mengarahkannya ke petugas di sebuah pom bensin.

Juru bicara kepolisian, Brian Schellman, menambahkan insiden terjadi ketika polisi melakukan patroli rutin di stasiun pompa bensin pada Selasa malam dan dua pria mendekatinya.

Salah seorang mengarahkan pistol ke aparat dan pria yang satu lagi melarikan diri. Ditambahkan bahwa pistol pria itu sudah ditemukan.

"Khawatir nyawanya terancam, aparat dari Berkeley melepas beberapa tembakan dan melukainya secara fatal," tutur Schellman.