Kota Wenzhou di Cina larang sekolah gelar Natal

Hak atas foto EPA
Image caption Warga Cina Katolik tengah mengikuti acara Natal di sebuah gereja di Beijing.

Media pemerintah Cina mengatakan pihak berwenang di sebuah kota di wilayah tenggara negara itu melarang sekolah-sekolah menggelar acara Natal.

Dewan kota Wenzhou menyatakan sekolah seharusnya lebih memberi perhatian kepada acara-acara festival tradisional Cina.

Awal tahun ini, pemerintah kota memerintahkan ratusan gereja yang dianggap tidak memiliki izin untuk membongkar segala atribut seperti salib. Beberapa bangunan gereja juga dilaporkan dihancurkan.

Semetara di pusat kota Xi'an, di wilayah Cina bagian tengah, para mahasiswa diminta menghadiri pemutaran film propaganda negara dan menandai tempat-tempat yang dianggap otoritas negara itu sebagai produk budaya Barat.

Undang undang Cina menjamin kebebasan beragama tetapi Partai Komunis mengontrol tempat peribadatan.

Hak beribadah

Diperkirakan ada 70 juta umat Kristen di Cina dan sekitar 20 juta diantaranya beribadah di gereja yang direstui pemerintah. Sisanya beribadah dengan kelompok yang tak terdaftar atau gereja rumah.

Dua tahun lalu, pemimpin 17 gereja Kristen tidak resmi di Cina mendesak pemerintah melindungi hak mereka untuk beragama dan beribadah.

Hak atas foto AP
Image caption Diperkirakan ada 70 juta umat Kristiani di Cina, dengan 20 juta diantaranya beribadat di gereja yang direstui pemerintah.

Desakan ini tercantum dalam petisi yang disampaikan kepada ketua parlemen.

Para pemimpin gereja mendesak pemerintah mengeluarkan undang-undang baru yang melindungi kebebasan beragama.

Keterangan resmi pemerintah Cina menyatakan pemerintah Cina menjamin hak rakyat dalam beragama dan beribadah namun semuanya harus dalam koridor hukum yang berlaku.

Berita terkait